Hasil Pemeriksaan Medis Pendaki Gunung Slamet Asal Magelang yang Ditemukan Tewas: Tak Ada Tanda Kekerasan

Tim SAR evakuasi korban yang meninggal di Gunung Slamet. (Basarnas Semarang)
Tim SAR evakuasi korban yang meninggal di Gunung Slamet. (Basarnas Semarang)
0 Komentar

POLRES Purbalingga mengungkap hasil pemeriksaan medis pendaki Gunung Slamet berasal dari Kota Magelang yang ditemukan meninggal dunia. Dari hasil visum tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan korban diperkirakan meninggal sekitar 15 hari sebelum ditemukan dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban,” kata Wakil Kepala Polres Purbalingga Komisaris Polisi Agus Amjat Purnomo di Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).

Ia mengatakan pendaki berasal dari Magelang atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) ditemukan meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026) di jurang kedua lereng Pos 7 jalur pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang, tepatnya di kawasan Watu Langgar, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan tiba di Basecamp Gunung Malang pada Kamis (15/1/2026), kemudian dibawa ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.

Pemeriksaan dilakukan oleh dokter Gunawan dengan metode visum luar guna memastikan kondisi jenazah serta penyebab kematian secara umum.

“Dari hasil visum luar tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait dengan tindak lanjut pemeriksaan.

Menurut dia, pihak keluarga menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap jenazah, yang diperkuat dengan surat pernyataan tertulis.

Terkait dengan kronologi kejadian, dia mengatakan korban dilaporkan hilang saat melakukan pendakian Gunung Slamet bersama satu orang rekannya melalui Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang, pada 27 Desember 2025.

Operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan sejak 29 Desember 2025 hingga akhirnya dihentikan pada 7 Januari 2026.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Meskipun operasi SAR resmi dihentikan, sejumlah sukarelawan tetap melakukan pencarian secara mandiri hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya almarhum dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Kompol Agus.

0 Komentar