PRESIDEN Pelaksana Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan pembebasan ratusan orang yang ditahan pemerintah sejak Desember lalu. Pengumuman ini menandai pergeseran politik besar di Venezuela pasca-penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat.
Dalam pengarahan pers pertamanya dari Istana Miraflores pada Rabu (14/1), Rodriguez merinci bahwa sebanyak 194 pembebasan telah dilakukan pada Desember 2025 di bawah pemerintahan Maduro.
“Dan per hari ini, kami dapat katakan bahwa jumlah total pembebasan yang direncanakan untuk hari-hari ini telah mencapai 406,” ujar Rodriguez.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Meskipun pemerintah mengeklaim angka tersebut, validasi di lapangan masih menjadi perdebatan. Gonzalo Homiob, Wakil Presiden Foro Penal, lembaga yang memantau pembebasan tahanan, menyatakan bahwa sejak upaya baru ini diumumkan pada 8 Januari, pihaknya baru mencatat 76 orang yang benar-benar telah keluar dari tahanan.
Tekanan Diplomatik dan Perubahan Haluan
Langkah pembebasan ini muncul setelah pejabat Amerika Serikat mendesak Venezuela untuk melepaskan seluruh tahanan politiknya menyusul operasi penangkapan Maduro. Selama ini, pihak oposisi dan pemerintahan asing menuduh rezim Maduro melakukan penahanan sewenang-wenang terhadap lawan politik, meski Caracas selalu membantah tuduhan tersebut.
Dalam pidatonya, Rodriguez menyatakan Venezuela kini berada dalam “momen politik baru” yang lebih mengedepankan dialog.
“Hal ini harus dilakukan dengan menghormati orang lain, harus dengan menghormati hak asasi manusia,” kata Rodriguez. “Pesan kebencian, intoleransi, dan tindakan kekerasan tidak akan diizinkan.”
Komunikasi Langsung Trump dan Rodriguez
Di Washington, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia telah melakukan pembicaraan telepon yang panjang dengan Delcy Rodriguez. Ini merupakan komunikasi perdana Trump dengan pemimpin interim tersebut sejak perubahan kekuasaan di Caracas.
Trump menggambarkan percakapan itu secara positif dan mengeklaim hubungan kedua negara berjalan ke arah yang lebih baik.
“Kami baru saja melakukan percakapan yang hebat hari ini, dan dia adalah orang yang luar biasa,” kata Trump merujuk pada Rodriguez. “Kami melakukan panggilan telepon, panggilan yang lama, kami mendiskusikan banyak hal dan saya pikir kami berhubungan sangat baik dengan Venezuela.”
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Ketika ditanya mengenai sosok garis keras seperti Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello yang dikabarkan enggan bekerja sama dengan AS, Trump menjawab dengan santai, “Saya tahu siapa nomor satunya.”
