Update Data Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera: 1.189 Tewas

Pengendara sepeda motor melintas di dekat rumah yang rusak parah akibat banjir bandang di Desa Buntul Kemumu,
Pengendara sepeda motor melintas di dekat rumah yang rusak parah akibat banjir bandang di Desa Buntul Kemumu, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (13/12/2025).
0 Komentar

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai 1.189 jiwa. Jumlah itu berdasarkan pemutakhiran data hingga Senin, 12 Januari 2026.

“Jumlah korban meninggal tersebut terdiri atas 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatra Utara, dan 231 jiwa di Sumatra Barat, sementara 33 jiwa lainnya masih dalam proses identifikasi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026, melansir Antara.

BNPB mencatat sebanyak 141 orang dinyatakan hilang dan 195.542 jiwa terpaksa mengungsi. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi mencapai 67.876 jiwa.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Pemerintah, kata dia, memastikan percepatan pemulihan masa fase transisi darurat di puluhan kabupaten dan kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat. Antara lain, memprioritaskan pemenuhan kebutuhan infrastruktur vital, khususnya pembangunan 270 jembatan Bailey yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Hingga kini, sebanyak 20 unit jembatan telah terpasang dan 10 unit lainnya dalam proses pemasangan,” kata Abdul.

Abdul menyebutkan bahwa di Aceh, pemerintah telah mengirim 117 unit jembatan Aramco untuk mempercepat pemulihan akses wilayah terisolasi. Salah satunya Jembatan Bailey Jamur Ujung di ruas Bireuen-Takengon yang kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

Selain itu perakitan Jembatan Krueng Pelang di Aceh Tengah telah mencapai 80 persen, disertai kegiatan normalisasi sungai dan pembersihan fasilitas publik yang dilakukan secara terpadu oleh unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

0 Komentar