WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka menunda kunjungan kerjanya ke Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1) ini karena alasan keamanan.
Komandan Satgas Pengamanan VVIP, sekaligus Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim menjelaskan bahwa Wapres Gibran dijadwalkan mengunjungi Yahukimo dengan pesawat Hercules setelah kunjungannya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu ini selesai.
”Karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wapres untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” kata Amrin saat memberikan keterangan di Bandara Frans Kaisiepo, Biak Numfor, Papua, Rabu.Amrin menjelaskan bahwa berdasarkan pertimbangan intelijen, pihaknya melihat ada pergerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.Demi alasan keamanan, Wapres Gibran pun akan menjadwalkan ulang kunjungan kerjanya ke Yahukimo.”Dari pertimbangan intelijen kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP tentunya sangat tidak memungkinkan,” kata Amrin.Amrin menekankan bahwa Wapres Gibran sangat ingin berkunjung ke Yahukimo untuk melihat pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah setempat.Adapun, kunjungan Wapres ke Yahukimo seharusnya menjadi rangkaian agenda di Tanah Papua, setelah mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 dan Pasar Ikan di Biak Numfor pada Selasa (13/1).
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Sekretariat Wapres dalam keterangan resminya menyatakan kunjungan kerja di Papua merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Papua.
Gibran mengawali kunjungannya ke Kabupaten Biak Numfor untuk meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 41 di sana.
Setelahnya, Gibran lanjut meninjau Pasar Ikan Fandoi untuk melihat langsung aktivitas jual beli ikan, rantai distribusi hasil perikanan, serta fasilitas pendukung yang digunakan pedagang dan nelayan.
Dalam peninjauan itu, Gibran memastikan penguatan ekonomi nelayan dilakukan secara terintegrasi sejalan dengan penugasan Prabowo untuk membangun Kampung Nelayan sebagai pusat produksi, pengolahan, dan pemasaran perikanan rakyat.
Kampung Nelayan yang tengah dibangun pemerintah pusat di Biak diharapkan terhubung langsung dengan pasar rakyat seperti Pasar Ikan Fandoi, sehingga perbaikan fasilitas, kelancaran distribusi, dan peningkatan daya saing produk perikanan lokal dapat berjalan beriringan.
