Pernyataan Trump Soal Penembakan Fatal terhadap Renee Good oleh Agen ICE di Minnesota

Renee Good
Renee Good
0 Komentar

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menambahkan pembenaran lain untuk penembakan fatal terhadap Renee Good oleh seorang agen ICE di Minnesota. Katanya, ia berperilaku buruk.

“Paling tidak, perempuan itu sangat, sangat tidak menghormati penegak hukum,” kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One pada Minggu (11/1) malam.

Dalam beberapa hari sejak Good, 37, ditembak dan dibunuh oleh Jonathan Ross, seorang agen ICE, para pejabat pemerintahan Trump menggunakan berbagai argumen saat mereka mencoba membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel AvivKelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh Sentral

Mereka menyebutnya sebagai tindakan membela diri. Trump secara keliru mengeklaim Good menabrak agen tersebut. Wakil Presiden JD Vance berpendapat bahwa Ross memiliki kekebalan mutlak.

Meskipun Trump masih mengatakan bahwa agen ICE tersebut bertindak untuk membela diri, komentar terbarunya menunjukkan bahwa tidak menghormati penegak hukum dapat membenarkan pembunuhan tersebut.

Komentar-komentar itu menimbulkan pertanyaan serius tentang penggunaan kekerasan oleh mereka yang menjalankan tindakan keras Trump terhadap imigrasi. Ini menggarisbawahi sejauh mana dorongan Trump untuk mengutuk apa pun yang dilakukan para kritikusnya dan membela tindakan para pendukungnya.

Ditanya oleh seorang reporter apakah dia percaya bahwa penggunaan kekuatan mematikan diperlukan dalam kasus ini, Trump berkata, “Itu sangat tidak menghormati penegak hukum. Perempuan itu dan temannya sangat tidak menghormati penegak hukum.”

Pemerintah federal membela penembakan itu sebagai tindakan yang sah dan perlu. Pejabat lokal telah menolak narasi tersebut. Trump merujuk pada suara retak yang dia dengar dalam rekaman penembakan untuk memperkuat klaimnya bahwa agen ICE berada dalam bahaya.

“Sepertinya gambaran besarnya ialah untuk mengendalikan narasi dan menyarankan kepada publik bahwa dia salah dan mereka benar,” kata Barbara L. McQuade, mantan jaksa AS dan profesor hukum di Universitas Michigan. “Dan juga, saya pikir, untuk mengirim pesan bahwa masyarakat perlu mematuhi penegak hukum di jalanan dan mengintimidasi para pengunjuk rasa.”

“Jika orang takut mereka akan ditembak atau ditangkap karena mengamati atau melakukan protes secara damai, atau bahkan karena bersuara, saya pikir pemikirannya adalah hal itu akan menyebabkan orang untuk menyensor diri sendiri atau menahan perilaku mereka, menyebabkan mereka untuk tinggal di rumah,” imbuhnya.

0 Komentar