DEWAN Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Dosen Republik Indonesia (ADRI) Jawa Barat resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung B Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Selasa (13/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD ADRI Jawa Barat menggantikan Ketua ADRI sebelumnya Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si. yang juga Ketua YPSGJ. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP ADRI, Prof. Dr. Suherli Kusmana, M.Pd., beserta para pengurus dan tamu undangan.
Ketua Umum DPP ADRI, Prof. Dr. Suherli Kusmana, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas satu dekade keberadaan ADRI di Jawa Barat. Menurutnya, ADRI merupakan organisasi profesi dosen yang memiliki dasar hukum jelas dengan nama resmi Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel AvivKelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh Sentral
“Latar belakang berdirinya ADRI tidak terlepas dari amanat undang-undang terkait aparatur sipil negara dan jabatan fungsional. Dalam Undang-Undang SDM disebutkan bahwa setiap pejabat fungsional wajib memiliki organisasi profesi. ADRI hadir sebagai organisasi yang sesuai dengan ketentuan tersebut,” Ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ADRI menaungi dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, dengan tiga tugas utama, yakni peningkatan profesionalisme, penguatan integritas, serta pengembangan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom).
“Integritas dosen harus dibina agar bermartabat, dan nilai-nilai lokal seperti budaya daerah perlu dieksplorasi hingga tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Dalam pelantikan tersebut, Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd. resmi terpilih sebagai Ketua DPD ADRI Jawa Barat. Kepemimpinannya diharapkan mampu mengangkat nilai-nilai dasar Sunda dan Jawa Barat, termasuk ajaran Sunan Gunung Jati, sebagai landasan etika organisasi.
“Etika saat ini mulai mengalami penurunan. ADRI Jawa Barat akan kembali pada nilai-nilai kearifan lokal sebagai pedoman moral dan profesional,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ADRI telah memiliki jaringan internasional di sekitar 10 negara dan menjalin kerja sama, termasuk program transfer of credit bagi dosen. Program tersebut memungkinkan dosen menjalani kegiatan akademik di luar negeri selama satu bulan yang diakui setara dengan 10 SKS.
