Kritis Perseteruan Washington-Teheran, Trump Berlakukan Tarif 25 Persen Bagi Negara yang Berdagang dengan Iran

Presiden Donald Trump (Foto: Saul Loeb/AFP melalui Getty Images)
Presiden Donald Trump (Foto: Saul Loeb/AFP melalui Getty Images)
0 Komentar

TEKANAN AS terhadap Iran terus berlanjut. Presiden AS Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa ia telah memberlakukan tarif 25% pada barang-barang dari negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan Iran.

Trump mengatakan di media sosial bahwa tarif tersebut “berlaku segera”, tanpa memberikan rincian tentang apa yang dimaksud dengan ‘melakukan bisnis’ dengan Iran.

China termasuk di antara mitra dagang terbesar Iran, bersama dengan Uni Emirat Arab, India, dan Turki. Tarif baru ini diberlakukan setelah Trump mengancam akan melakukan intervensi militer jika Teheran membunuh para demonstran.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Senin bahwa opsi militer termasuk serangan udara masih “dipertimbangkan”.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai aksi unjuk rasa di negara itu telah berubah menjadi kekerasan dan tumpah darah untuk memberi alasan bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan intervensi militer di negara tersebut.

Araghchi mengatakan kepada para diplomat asing di Teheran pada Senin (12/1/2025) bahwa kekerasan meningkat selama akhir pekan tetapi situasi sekarang berada di bawah kendali penuh.

Ia mengatakan peringatan Trump tentang tindakan militer terhadap Teheran jika protes berubah menjadi kekerasan telah memotivasi ‘teroris’ menargetkan para demonstran dan pasukan keamanan untuk mengundang intervensi asing.

“Kami siap untuk perang tetapi juga untuk dialog,” tambahnya.

Araghchi juga mengatakan Iran memiliki rekaman distribusi senjata kepada para demonstran. Pihak berwenang juga akan segera merilis pengakuan para tahanan.

“Demonstrasi tersebut dipicu dan didorong oleh unsur-unsur asing,” katanya, seraya mencatat bahwa pasukan keamanan akan memburu mereka yang bertanggung jawab.

Protes yang meningkat di Iran telah memasuki pekan ketiga di tengah pemadaman internet nasional dan ancaman intervensi militer berulang dari Trump.

0 Komentar