Intelijen Iran Sita Senjata dan Perlengkapan Peledak Buatan Amerika Serikat di Sejumlah Rumah Warga

Badan intelijen Iran menyita senjata serta perlengkapan peledak buatan AS dari para \"militan\" yang menyembunyi
Badan intelijen Iran menyita senjata serta perlengkapan peledak buatan AS dari para \"militan\" yang menyembunyikan persenjataan tersebut di sejumlah rumah. (Foto: via REUTERS/Stringer)
0 Komentar

BADAN intelijen Iran menyita senjata serta perlengkapan peledak buatan Amerika Serikat dari para “militan” yang menyembunyikan persenjataan tersebut di sejumlah rumah di berbagai wilayah negara itu.

Intelijen Iran mengungkap itu kala demonstrasi besar-besaran memprotes rezim pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei ini tengah berlangsung di negara itu dalam beberapa waktu terakhir hingga telah menewaskan lebih dari 600 orang.

Dikutip Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan mengeklaim pihak berwenang memiliki rekaman suara dari luar negeri yang berisi perintah dan seruan terhadap para pengunjuk rasa.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel AvivKelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh Sentral

Situasi Iran kian mencekam menyusul 100 jam pemblokiran internet dan komunikasi lainnya oleh pemerintah demi meredam demo. Sementara itu, jumlah korban tewas akibat demonstrasi besar-besaran di Iran dilaporkan bertambah hingga mencapai 646 orang.

Demo yang meletus karena krisis ekonomi itu kini semakin meluas hingga sejumlah pejabat seperti Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi hingga Presiden Iran Masoud Pezeshkian ikut turun ke jalan bersama para pengunjuk rasa pro-pemerintah.

Lebih dari 10.000 orang dilaporkan telah ditangkap aparat selama demonstrasi berlangsung sejak 28 Desember lalu. Aparat keamanan dan pedemo sampai bentrok hingga massa mulai merusak dan membakar gedung-gedung pemerintah dan masjid.

Sementara itu, Khamenei menegaskan Republik Islam Iran yang ia pimpin tak akan mundur hanya karena diguncang demo yang ia cap ditunggangi oleh AS ini.

Dalam pernyataan di Provinsi Qom pada 9 Januari lalu, Khamenei mengatakan situasi panas di Iran saat ini disebabkan oleh AS. Ia berujar AS memulai konflik di Iran karena ingin merebut minyak Teheran seperti yang dilakukan pada Venezuela.

“Mereka memulai konflik ini. AS yang memulainya. Musuh yang bergantung pada AS yang memulai ini. Mengapa mereka memulai ini? Mengapa AS begitu muak dan marah terhadap Iran? Alasannya jelas. Itu karena kekayaan negara ini,” kata Khamenei.

“Anda dapat melihat bagaimana mereka mengepung sebuah negara di Amerika Latin dan melakukan beberapa tindakan di sana. Mereka bahkan tidak malu dan terang-terangan menyatakan bahwa itu semua demi minyak. Demi minyak! Di sini juga, itu semua demi minyak. Demi minyak Iran, tambang Iran, pertanian Iran,” lanjut Khamenei.

0 Komentar