PRESIDEN Prabowo Subianto memahami ada segelintir orang yang kerap mencemooh dirinya dan menyebarkan pandangan negatif terhadap pemerintahannya. Ia mencurigai orang-orang itu dibayar oleh kekuatan asing.
Prabowo mengutarakan hal ini ketika menghadiri acara peresmian 166 sekolah rakyat, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Dia mulanya mengungkapkan rasa syukurnya bahwa Indonesia dalam keadaan yang baik. Padahal, kata Prabowo, dunia sedang bergejolak dan penuh ketidakpastian.
Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang besar, namun dikelola dengan kurang tertib selama puluhan tahun.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Adapun bagi Prabowo, tidak mudah untuk memperbaiki hal itu. “Banyak orang mengejek saya, saya tahu. Sebetulnya tidak banyak, segelintir orang saja. Hanya dia mungkin punya uang dan sarana, dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme, dan kemungkinan besar mereka dibayar oleh kekuatan-kekuatan asing, itu keyakinan saya, kepercayaan saya,” ucap Prabowo, sebagaimana disiarkan langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 12 Januari 2026.
Menurut Prabowo, orang Indonesia yang bersih dan jujur akan melihat hal-hal benar sebagai kebenaran. Mereka juga akan melihat yang tidak benar sebagai tidak benar. Prabowo pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dan bekerja sama menghilangkan kemiskinan dan kelaparan.
“Kita berbuat yang baik dan benar masih dicaci-maki, tapi tidak apa-apa, kita tidak ragu-ragu. Saya hari ini merasa bahwa tekad kita benar dan dibuktikan benar. Setelah 6 bulan, kita melihat keadaan anak-anak kita seperti ini, luar biasa ini,” kata Prabowo.
Adapun Prabowo meresmikan 166 sekolah rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, hari ini. Ratusan sekolah yang mengusung konsep asrama itu mulai beroperasi secara bertahap pada Juli hingga awal Oktober 2025 lalu.
Secara keseluruhan, 166 sekolah rakyat itu menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan. Sementara itu, pemerintah akan melanjutkan pembangunan sekolah rakyat tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Pada tahap II, sekolah rakyat dirancang akan menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar.
Dalam acara peresmian itu, Prabowo Subianto mengutarakan keinginannya mengentaskan kemiskinan ekstrem di akhir masa jabatannya pada 2029. Dia berkeinginan mengubah nasib masyarakat Indonesia yang berada pada kelompok kesejahteraan terendah secara nasional.
