Putra Shah Iran yang Digulingkan Revolusi Islam 1979 Muncul ke Publik: Siap Pimpin Transisi Iran

Reza Pahlavi
Reza Pahlavi
0 Komentar

“Hanya ada satu jalan untuk mencapai perdamaian: Iran yang sekuler dan demokratis. Saya di sini untuk menyerahkan diri kepada rekan-rekan sebangsa saya untuk memimpin mereka di jalan menuju transisi demokrasi,” kata Pahlavi dalam pidato yang diunggah pada 23 Juni tahun lalu.

Lahir pada 1960 dan dinobatkan sebagai putra mahkota pada 1967, Pahlavi tumbuh dalam simbol kemewahan monarki Iran, gaya hidup yang kala itu turut memicu kemarahan publik di tengah inflasi tinggi dan kesenjangan sosial. Rezim ayahnya juga dikenal dengan represi keras melalui aparat keamanan SAVAK.

Di pengasingan, Pahlavi mendapat dukungan signifikan dari diaspora Iran, khususnya di AS. Ia juga sempat mengunjungi Israel pada 2023 dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, serta secara terbuka mendukung serangan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, meski menegaskan perlunya dukungan lebih besar bagi rakyat Iran.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mendukung rakyat Iran jika aparat keamanan menembaki demonstran. Namun ia mengaku “tidak yakin apakah akan tepat” untuk bertemu dengan Reza Pahlavi.

0 Komentar