Perseturan Amerika Serikat-Iran Meruncing, Trump Ancam Intervensi Militer

Presiden Donald Trump (Foto: Saul Loeb/AFP melalui Getty Images)
Presiden Donald Trump (Foto: Saul Loeb/AFP melalui Getty Images)
0 Komentar

“Mereka melatih beberapa orang di dalam dan di luar negeri, mereka membawa beberapa teroris dari luar,” kata Pezeshkian dalam wawancaranya untuk IRIB, dikutip Aljazeera.

Seturut The Guardian, gelombang protes yang meluas di wilayah Iran kini telah menewaskan, setidaknya, 538 orang. Sebanyak 490 di antaranya merupakan pengunjuk rasa.

Berdasarkan organisasi HAM Iran di Norwegia, menyatakan pada Minggu bahwa setidaknya 192 pengunjuk rasa meninggal akibat bentrokan dalam protes. Sementara menurut Kantor Berita HAM (HRANA) yang berbasis di AS, lebih dari 10.600 orang telah ditangkap oleh otoritas Iran akibat gelombang protes.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Namun, jumlah korban jiwa dan penangkapan demonstran masih sulit diverifikasi secara penuh. Pemerintah Iran memberlakukan pembatasan akses internet di negara tersebut.

Gelombang protes yang terjadi sejak 29 Desember 2025 lalu itu dipicu oleh jebloknya ekonomi Iran, termasuk penurunan mata uang Iran secara tiba-tiba. Akibat situasi tersebut, salah satunya membuat harga pangan jadi mahal. Masyarakat sipil melakukan aksi protes secara nasional menuntut reformasi politik dan menyerukan jatuhnya pemerintahan.

0 Komentar