Konflik AS vs Iran semakin memanas usai gelombang protes masyarakat sipil berlangsung sejak dua minggu belakangan ini. Amerika Serikat (AS) bahkan mengancam melakukan intervensi militer yang besar di negara tersebut.
Apa alasannya?
Pernyataan itu disampaikan Presiden AS, Donald Trump, pada Minggu (11/1/2026). Ia menyebut AS tengah mempertimbangkan opsi intervensi terkait konflik di Iran yang belum mereda.
“Kami memantaunya dengan sangat serius. Militer AS sedang memantaunya, dan kami menimbang beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan,” kata Trump, dikutip dari The Guardian, Senin (12/1/2026).
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Trump juga mengatakan bahwa Iran kini mulai terbuka dengan dialog setelah AS melakukan operasi militer menculik Nicolas Maduro dari Venezuela pada 3 Januari lalu. Ia mengeklaim bahwa Iran ingin membuka proses negosiasi.
Salah satu alasan AS memiliki niat mengintervensi Iran yaitu Trump menyebut bahwa pemerintah setempat dianggap telah melewati batas kewajaran dalam penanganan para demonstran.
“Mereka sudah mulai [melewati batas], mereka terlihat seperti itu,” tutur Trump.
Mengutip The Guardian, Trump kini tengah menimbang untuk melakukan berbagai opsi dalam mengintervensi Iran. Opsi tersebut seperti intervensi militer, pengenaan sanksi ekonomi hingga pemberian bantuan akses internet untuk membantu gerakan anti-pemerintah Iran.
Laporan The Wall Street Journal menyebut opsi intervensi militer di Iran yang sedang digagas AS, termasuk di dalamnya berupa serangan militer langsung hingga penggunaan senjata siber rahasia. Trump melalui media sosial Truth menyebut bahwa ia siap “membantu” warga sipil Iran.
“Iran sedang mengincar kebebasan, mungkin dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Amerika Serikat siap membantu!” tulis presiden asal Partai Republik itu, Minggu.
Iran sendiri menyatakan bahwa mereka tak segan melawan AS dan Israel jika intervensi militer benar terjadi. Sejumlah target ditetapkan untuk diserang.
Baca Juga:Pemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 MiliarKetika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah Menjawabnya
“Jika Iran diserang, wilayah pendudukan maupun pusat militer, pangkalan, dan kapal Amerika [di timur tengah] akan menjadi target sah kami,” kata Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut ada faktor eksternal yang membuat negaranya berkecamuk. Dalam pandangan Iran Trump dengan Israel ikut terlibatdalam gelombang protes yang meluas selama dua pekan terakhir.
