PRESIDEN Prabowo Subianto membantah isu keretakan di internal kabinetnya. Ia menegaskan jajaran menteri bekerja solid menjalankan program pemerintah dan meminta publik tidak mudah percaya narasi yang beredar di media sosial.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Ia menyebut kekompakan kabinet menjadi kunci terlaksananya program-program prioritas pemerintah seperti Sekolah Rakyat.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
“Saya benar-benar bahagia hari ini. Kabinet saya kompak. Jangan percaya orang-orang yang terlalu pintar di media sosial yang bilang ada perpecahan. Tidak,” kata Prabowo, Senin.
Prabowo menuturkan, kerja bersama lintas kementerian dan lembaga tampak nyata dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, hingga aparat keamanan.
Menurut dia, keberhasilan program tidak mungkin dicapai tanpa kerja kolektif.
Ia juga mengapresiasi peran kepala daerah serta aparat TNI-Polri yang ikut mendukung program-program pemerintah di lapangan.
Prabowo menilai sinergi tersebut menunjukkan negara hadir secara utuh dalam menjawab persoalan rakyat.
“Saya merasakan kerja keras dan kekompakan luar biasa,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan semua unsur pemerintahan membuat anak-anak dari keluarga kurang mampu kini memiliki harapan baru melalui Sekolah Rakyat.
Ia menyebut program tersebut sebagai langkah berani yang tidak akan berjalan tanpa kesatuan sikap di dalam kabinet.
Baca Juga:Pemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 MiliarKetika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah Menjawabnya
“Program-program kita berhasil karena dukungan semua pihak,” kata Prabowo.
Ia menyebut Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik dengan potensi besar yang harus dijaga bersama.
“Kita bersyukur negara kita masih dalam keadaan baik, potensi kita sangat besar, kekayaan kita sangat banyak,” ungkap Prabowo.
Prabowo mengakui tidak mudah mengelola kekayaan negara yang selama puluhan tahun dinilai belum tertib.
Seraya menuding adanya pihak-pihak yang kerap menyebarkan sinisme dan pesimisme terhadap langkah-langkah kerja pemerintah.
“Tidak mudah banyak orang mengejek saya, saya tahu. Sebetulnya nggak banyak, segelintir orang saja. Mungkin dia punya uang, punya sarana dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme dan kemungkinan besar mereka dibayar oleh kekuatan-kekuatan asing, itu keyakinan saya,” ujarnya.
