MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara soal proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur yang akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari ini.
Bahlil menyatakan proyek itu adalah revitalisasi kilang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Proyek dengan total investasi setara Rp123 triliun itu bertujuan untuk memodernisasi kilang yang ada. Dengan begitu, kapasitas pengolahan minyak akan meningkat, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
“Ini adalah RDMP (revitalisasi) terbesar dalam sepanjang sejarah kita yang dibangun di Indonesia. Ini terbesar,” kata Bahlil ketika ditemui di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara. “RDMP mempunyai makna tersendiri dalam konteks kedaulatan energi.”
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Dengan adanya RDMP Kilang Balikpapan ini, kilang bakal mampu mengelola hingga 360 ribu barel minyak per hari. Kapasitas ini setara dengan 22–25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional.
RDMP Balikpapan juga memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional. Karena dengan RDMP dioperasikan, penghematan impor BBM bisa mencapai Rp 68 triliun per tahun, dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp 514 triliun.
Dengan demikian, kata Bahlil, peresmian RDMP Balikpapan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional.
Tak hanya itu, menurut dia, proyek tersebut juga ditargetkan bisa meningkatkan kualitas produk BBM menjadi setara Euro V atau kandungan sulfur 10 ppm, dari yang saat ini masih Euro II, serta peningkatan yield valuable product menjadi 91,8 persen.
Adapun produk yang akan dihasilkan dari kilang RDMP Balikpapan, yakni BBM, LPG, dan petrokimia
“Begitu diresmikan (oleh Presiden), maka insya Allah kita tahun ini tidak lagi melakukan impor solar. Ini dalam rangka mendorong kedaulatan energi,” ucap Bahlil.
Pemerintah, menurut Bahlil, terakhir kali meresmikan revitalisasi kilang pada 1994, tepatnya pada RDMP Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
Baca Juga:Pemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 MiliarKetika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah Menjawabnya
“Sejak 32 tahun lalu terakhir kita meresmikan RDMP. Tepatnya pada tahun 94 di Jawa Barat, Balongan,” tuturnya.
