Bahlil: Proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan Hemat Devisa Lebih dari Rp60 Triliun

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: YouTube Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: YouTube Kementerian ESDM)
0 Komentar

Pemerintah juga menargetkan penghentian impor avtur pada 2027. Bahlil menegaskan Indonesia ke depan hanya akan mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan kilang.

Adapun proyek RDMP Balikpapan ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden menyebutkan, RDMP ini merupakan proyek modernisasi dari kilang minyak yang diharapkan dapat mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM).

“Dengan modernisasi kilang minyak ini, kita akan menghemat devisa yang banyak, kita tidak perlu lagi impor-impor terlalu banyak BBM,” ujar Prabowo.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Peresmian RDMP Balikpapan, ini, kata Presiden, merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional. Hal ini juga sekaligus menguatkan komitmen pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) untuk mencukupi kebutuhan energi dalam negeri.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan proyek yang menelan dana investasi setara Rp 123 triliun tersebut memodernisasi kilang eksisting. Dengan begitu, diharapkan kapasitas pengolahan minyak bisa meningkat, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

0 Komentar