Bahlil: Proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan Hemat Devisa Lebih dari Rp60 Triliun

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: YouTube Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: YouTube Kementerian ESDM)
0 Komentar

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan akan menghemat devisa negara hingga lebih dari Rp 60 triliun per tahun. Pemerintah memperoleh penghematan itu dari tambahan produksi kilang sebesar 100 ribu barel per hari.

Bahlil menyampaikan RDMP Balikpapan merupakan proyek kilang terbesar di Indonesia. Kilang ini meningkatkan kapasitas dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari. Pemerintah juga merancang fasilitas ini agar memenuhi standar setara Euro 5 dan mendukung target net zero emission.

“Dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa lebih dari Rp 60 triliun karena ada tambahan produksi 100 ribu barel,” kata Bahlil diktuip dari tayangan langsung di kanal YouTube Kementerian ESDM, Senin, 12 Januari 2026.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Bahlil menjelaskan tambahan kapasitas kilang akan meningkatkan produksi bensin nasional. RDMP Balikpapan mampu menghasilkan sekitar 5,8 juta kiloliter bensin per tahun. Saat ini konsumsi bensin nasional mencapai 38 juta kiloliter per tahun, sedangkan produksi dalam negeri baru sekitar 14,25 juta kiloliter.

Dengan tambahan produksi tersebut, pemerintah dapat menekan impor bensin. “Kalau kita tambah 5,8 juta kiloliter, impor bensin turun menjadi sekitar 19 juta kiloliter,” ujar Bahlil.

Pemerintah juga mengklaim telah menghentikan impor solar pada tahun ini. Bahlil menyebut kebutuhan solar nasional mencapai sekitar 38 juta kiloliter. Pemerintah memenuhi kebutuhan itu melalui kebijakan campuran biodiesel B40 dan B50 serta tambahan produksi sekitar 5 juta kiloliter.

“Impor solar tinggal sekitar 5 juta kiloliter dan sudah tertutup. Bahkan kita punya surplus sekitar 1,4 juta kiloliter untuk CN48,” kata Bahlil.

Untuk jenis solar CN51, pemerintah masih mengimpor sekitar 600 ribu kiloliter. Bahlil meminta Pertamina membangun kapasitas tambahan pada semester kedua agar impor tersebut bisa dihentikan.

RDMP Balikpapan juga meningkatkan produksi bensin RON 92, RON 95, dan RON 98. Bahlil menyatakan pemerintah ingin seluruh badan usaha swasta membeli bahan bakar dari produksi dalam negeri melalui Pertamina.

“Ini perintah konstitusi. Pasal 33 menyebut negara harus menguasai cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

0 Komentar