Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel terlibat dalam unjuk rasa berdarah yang pecah di 92 kota di Iran menewaskan ratusan orang.
Araghchi mengatakan pihak berwenang Iran telah memiliki bukti-bukti keterlibatan AS dan Israel dalam demonstrasi anti-pemerintah selama beberapa hari menewaskan 544 orang tersebut.
“Kami memiliki sejumlah besar dokumen yang membuktikan bahwa AS dan Israel terlibat dalam kegiatan teroris yang terjadi di Iran dalam beberapa hari terakhir,” katanya dalam pernyataan kepada para diplomat asing di Teheran pada Senin 12 Januari dikutip dari Tass.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Diplomat utama Iran itu menambahkan, mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo “juga mengakui bahwa agen-agen [badan intelijen Israel] Mossad memandu gerakan teroris bersama para perusuh.”
“Kami akan menyelidiki masalah ini, tetapi mereka yang pernyataannya berkontribusi pada peningkatan korban jiwa bertanggung jawab atas perkembangan ini,” sambung Araghchi.
“Negara-negara Barat mengutuk polisi kita dibandingkan teroris. Mereka [Barat] yang gagal mengecam genosida terhadap lebih dari 70.000 orang di Jalur Gaza dan kematian lebih dari 1.000 warga Iran di tangan AS dan Israel. Hari ini, mereka mendukung teroris di Iran,” tegasnya.
Aksi demonstrasi ini berawal dari unjuk rasa para pedagang di Teheran pada 29 Desember 2025. Mereka protes atas penurunan tajam nilai rial Iran.
Pada 30 Desember, massa mahasiswa bergabung dalam demonstrasi berujung kerusuhan di banyak kota di Iran.
Puncak kerusuhan terjadi Kamis 8 Januari malam, ketika setidaknya 13 warga sipil, termasuk seorang anak berusia tiga tahun, tewas akibat aksi para perusuh. Pihak berwenang juga mengumumkan kematian 38 petugas penegak hukum
Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, mengatakan para perusuh telah membakar 25 masjid, dan merusak 26 bank, tiga pusat kesehatan, dan sepuluh gedung pemerintah, bersama dengan lebih dari 100 truk pemadam kebakaran, bus, dan ambulans.
Baca Juga:Pemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 MiliarKetika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah Menjawabnya
Otoritas Iran menetapkan para perusuh sebagai teroris dan menuding Israel dan AS terlibat dalam pengaturan demonstrasi damai berujung kerusuhan tersebut.
Mengutip Sky News, Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS melaporkan sebanyak 544 orang tewas akibat demonstrasi berdarah di Iran.
