Abbas Araghchi: Demonstrasi Berdarah di Iran Jadi Alasan Amerika Serikat Intervensi Militer

Abbas Araghchi
Abbas Araghchi
0 Komentar

MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai demonstrasi damai berujung berdarah di negaranya tidak organik untuk menjadi alasan Amerika Serikat (AS) melakukan intervensi militer.

Araghchi mengatakan hal itu kepada para diplomat asing di Teheran pada hari ini, Senin 12 Januari.

“Berubah menjadi kekerasan dan berdarah untuk memberi alasan [intervensi militer AS],” kata Araghchi, dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Trump sebelumnya mengancam akan ikut campur dengan urusan dalam negeri Iran dengan berencana melakukan intervensi militer AS jika demonstrasi di negara tersebut menjadi chaos.

Menurut Araghchi, ancaman itu telah memotivasi “teroris” untuk menyusup dalam demonstrasi dan pasukan keamanan agar aksi massa menjadi ricuh dan berdarah-darah.

Meski demikian, Araghchi mengatakan Pemerintah Iran menghormati aksi massa tersebut dan membuka dialog agar situasi dan kondisi di negaranya kembali kondusif.

“Kami siap untuk perang tetapi juga untuk dialog,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kekerasan dalam aksi massa di Iran per hari ini telah dapat dikendalikan setelah meningkat selama akhir pekan kemarin.

Mengutip Sky News, Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS melaporkan sebanyak 544 orang tewas demonstrasi berujung kerusuhan di Iran.

Media asal AS itu juga menyebutkan lebih dari 10.681 orang telah ditangkap dan dipindahkan ke penjara.

0 Komentar