BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan empat korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada akhir November 2025 lalu. Sehingga total jumlah korban tewas hingga Jumat (9/1/2026) mencapai 1.182 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan penambahan itu berasal dari Aceh Utara, Langkat, dan Tapanuli Tengah.
“Dalam dua hari ini ada penambahan korban jiwa meninggal dunia dari Aceh Utara satu jiwa, Langkat dua jiwa, dan Tapanuli Tengah satu jiwa. Sehingga ini menambah jumlah total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers perkembangan bencana Sumatra di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Selain korban meninggal, sebanyak 145 jiwa juga masih dinyatakan hilang. Abdul menyebut data korban hilang ini masih terus dilakukan validasi dan disesuaikan setiap harinya. Sementara itu, untuk korban mengungsi yakni sebanyak 238.627.
Dari sisi pemenuhan kebutuhan dasar, BNPB terus menyalurkan bantuan logistik. Abdul menyebut logistik untuk korban bencana saat ini sudah dominan menggunakan jalur darat dengan jumlah yang lebih besar.
Akan tetapi, pengiriman logistik melalui jalur udara tetap dilakukan untuk menjangkau titik masyarakat yang telalu jauh dari posko utama.
BNPB disebutnya juga melakukan operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan BMKG untuk menekan potensi hujan ekstrem yang dapat memicu bencana susulan di puncak musim hujan.
