Satu Korban Dinyatakan Hilang, Operasi SAR Tenggelamnya Kapal Wisata KM Putri Sakinah Resmi Ditutup

Tim SAR gabungan menyisir hutan bakau mencari korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau
Tim SAR gabungan menyisir hutan bakau mencari korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Jumat (2/1/2026). dok. Basarnas Maumer)
0 Komentar

OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah resmi ditutup pada Jumat, (9/1).

Penutupan dilakukan setelah tim SAR gabungan melaksanakan pencarian intensif selama hampir dua pekan sejak kapal tersebut dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Fathur Rahman, mengatakan keputusan penutupan operasi diambil setelah seluruh prosedur pencarian maksimal dilaksanakan, baik di permukaan maupun bawah laut.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

“Operasi SAR telah kami laksanakan secara optimal sejak 27 Desember 2025 hingga hari ini. Seluruh area pencarian sudah disisir dengan melibatkan berbagai unsur, namun hingga batas waktu operasi berakhir, satu korban masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang,” ujar Fathur Rahman.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia, sementara tujuh penumpang lainnya selamat.

Satu korban hingga kini belum berhasil ditemukan meski pencarian dilakukan secara intensif di tengah tantangan cuaca dan kondisi perairan yang tidak menentu.

Meski operasi SAR resmi ditutup, Fathur Rahman menegaskan bahwa pemantauan tetap dilakukan secara pasif dengan melibatkan kapal-kapal wisata yang kembali beroperasi di kawasan Taman Nasional Komodo.

“Kami tetap melakukan pemantauan. Apabila ada kapal wisata atau nelayan yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban, diharapkan segera melaporkannya ke Pos SAR Labuan Bajo untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Keluarga korban bersama Pemerintah Spanyol turut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh unsur SAR yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat setempat.

Pemerintah Spanyol menilai upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal dan profesional, meski dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem serta karakter perairan yang sulit di kawasan Pulau Padar.

Baca Juga:Pemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 MiliarKetika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah Menjawabnya

Diketahui, kapal wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi. Kapal tersebut sempat mengalami mati mesin sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Padar.

Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam dan menjadi pengingat penting akan keselamatan pelayaran wisata di kawasan perairan Taman Nasional Komodo.

0 Komentar