Pengakuan Ammar Zoni: Diminta Rp300 Juta, Kasus Tak Dilanjutkan

Ammar Zoni saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Ammar Zoni saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
0 Komentar

“Saya minta dibuktikan aja. Nah lalu permasalahan yang setelah itu ya udah, setelah itu saya ditekan, saya di-BAP terus gitu kan dengan kesaksian saya itu tidak sama seperti dalam BAP,” ucap Ammar.

Ammar pun mengatakan salah satu poin dalam BAP yang diminta penyidik adalah terkait tawaran mengedarkan 100 gram narkoba dengan imbalan Rp10 juta. Namun, dia mengaku menolak tawaran tersebut.

“Saya di dalam tekanan, dan saya sudah bicara sama penyidik kalau semuanya ini adalah tentang Jaya, urusan dia sama dia. Saya tidak ada urusan sama sekali. Saya nggak tahu nggak ada sama sekali, silakan ditanya langsung sama Jaya kan gitu,” terang Ammar.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Namun, kenyataannya penyidik tetap memaksa Ammar untuk mengaku. Kemudian, penyidik langsung meminta Ammar menyediakan uang senilai Rp300 juta dengan iming-iming penanganan proses kasus yang menjeratnya tak dilanjutkan.

“Nah, namun pada kenyataannya dari para penyidiknya ini tetap menekan saya gitu kan untuk bicara ‘Yaudahlah, yang jelas lo mau kayak gimana aja ini kasus nggak akan bisa naik gitu loh, ini kasus nggak akan bisa naik, yang penting lo siapkan dana Rp300 juta, Rp300 juta per kepala’,” terang Ammar.

Sebagai informasi, terdapat 10 orang yang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Dengan begitu, Ammar dimintai uang jaminan untuk keseluruhan 10 orang itu.

“Dan dia suruh saya nanggung semuanya, ada 10 orang, Rp3 miliar berarti saya harus siapin dana. Saya bilang ‘Loh? ini pemerasan namanya’ saya bilang,” tegas Ammar.

“Kenapa kok Saudara harus menanggung semuanya, Saudara tanggung yang tanggungan Saudara lah,” jawab hakim.

“Saya sudah bilang Yang Mulia. ‘Jangankan saya Rp300 juta mau saya bayar, Rp3 juta juga saya nggak mau bayar’, gitu. Kenapa saya harus menanggung semua? Ya karena masalahnya itu dia membuat saya seolah-olah saya menjadi apa sih induknya gitu loh, saya menjadi orang terakhirnya,” jawab Ammar.

“Lah saya bilang bagaimana ceritanya, saya nggak kenal sama mereka semua gitu dari awal. Lalu saya harus mengakui sesuatu hal yang nggak saya lakukan,” imbuh Ammar.

0 Komentar