Pengakuan Ammar Zoni: Diminta Rp300 Juta, Kasus Tak Dilanjutkan

Ammar Zoni saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Ammar Zoni saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
0 Komentar

Kemudian, saat usai salat Isya, ada seorang petugas rutan bernama Eka Kertaretja yang mendatangi kamar sel tahanan Ammar. Eka pun disebut langsung menanyakan handphone milik Ammar. Tak hanya itu, Eka juga disebut bertanya terkait ada berapa jumlah handphone yang dimiliki Ammar.

“Nah, lalu di malamnya sekitar Isya, itu Pak Eka datang. Pak Eka datang lalu dia langsung bilang ‘Mana HP lo?’. Ya kan? Terus saya kasih langsung kan, saya kaget juga kan tiba-tiba,” ucap dia.

“Berapa Hp nya?” tanya hakim.

“Satu. Satunya lagi itu HP sewaan,” kata Ammar.

Sebagaimana pengakuan Ammar, handphone itu merupakan milik tahanan satu sel nya, dikenal dengan sapaan Black, yang diserahkan kepada dia untuk digadaikan. Ammar menyebut Black sedang membutuhkan uang.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

“HP punya saya satu, satunya lagi ada orang jadi menggadaikan gitu loh Yang Mulia, dia butuh uang jadi gadai ke saya,” kata Ammar.

Setelah itu, Eka langsung menggeledah kamar sel Ammar. “Dia (Eka) menggeledah semua kamar saya di atas, cuma ketemu handphone doang. Cukup lumayan lama dia menggeledah sampai membongkar semuanya,” ucap Ammar.

“Dia turun ke bawah, dia geledah lagi juga dan tidak ditemukan apa-apa. Nah, akhirnya langsung saya dibawa. Saya, Black, sama Jaya (diamankan ke pos pengamanan),” imbuhnya.

Beberapa orang tahanan Rutan Salemba pun sudah berkumpul di pos pengamanan saat penggeledahan itu terjadi. Ammar pun sempat bertanya apa yang terjadi. Namun, petugas rutan tak menjawab Ammar dan hanya memerintahkannya untuk tak banyak bertanya.

“Setelah itu saya tanya gitu kan ini masalahnya apa gitu. ‘Udah nggak usah, nggak usah ini. Lo katanya jelas, dia ngasih barang narkoba gitu kan, lo kasih ke dia gitu’. Lah, pas ke dia orang saya melihatnya dia yang masuk sama Jaya, saya bilang ‘Ini urusan Jaya, bukan urusan saya’,” jelas Ammar.

Ammar pun berusaha menjelaskan bahwa narkoba itu tak ada hubungannya dengan dia. Namun, petugas rutan itu tetap mencurigai Ammar dan memintanya untuk membuktikannya. Setelah itu, pihak kepolisian pun langsung mendatangi Rutan Salemba. Ammar mengaku dipaksa membuat berita acara pemeriksaan (BAP).

0 Komentar