UNI Eropa (EU) menyerukan persiapan kemungkinan konfrontasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul klaimnya atas Greenland, seperti dilansir surat kabar Politico, Kamis (8/1/2026), yang mengutip diplomat EU yang tak disebutkan namanya.
Pada Rabu (7/1/2026), Politico melansir bahwa Eropa mulai menyusun sebuah rencana yang dapat mencakup langkah pencegahan Eropa jika Amerika Serikat berupaya menyerang atau merebut Greenland, serta meningkatkan kehadiran Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di sekitar Greenland.
“Kita harus siap untuk konfrontasi langsung dengan Trump… Dia sedang dalam mode agresif, dan kita perlu bersiap,” kata diplomat tersebut, seperti dikutip, Rabu.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Pada Ahad, Trump mengatakan kepada majalah The Atlantic bahwa AS “benar-benar” membutuhkan Greenland, mengeklaim pulau itu “dikelilingi kapal-kapal Rusia dan China.”
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mendesak Trump agar berhenti mengancam Greenland, wilayah otonom Denmark, dengan aneksasi. Trump berulang kali mengatakan Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS, dengan alasan kepentingan strategisnya bagi keamanan nasional dan pertahanan “dunia bebas,” termasuk dari China dan Rusia.
Mantan Perdana Menteri Greenland, Mute Egede mengatakan pulau tersebut tidak untuk dijual. Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi pada 2009, dengan kewenangan untuk mengatur pemerintahan sendiri dan menentukan kebijakan dalam negerinya sendiri.
