Menurut keterangan pihak kepolisian Polresta Bandara Soekarno-Hatta, motif KN melakukan aksinya itu adalah keluarga.
KN menjelaskan bahwa ia pernah melamar sebagai pramugari, namun tak diterima. Terdorong rasa malu dengan keluarga, KN lalu menutupi kegagalannya.
KN lalu membeli seragam dan atribut pramugari Batik Air melalui e-commerce dan membuat sendiri tanda pengenal.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Perjalanan pada Selasa itu, kata KN, dilakukan agar keluarganya percaya bahwa KN betulan bekerja sebagai pramugari.
Menurut keterangan kepolisian, pihak Batik Air tidak mengajukan tuntutan hukum kepada KN karena aksinya ini. Terlebih, jelas polisi, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dari aksi KN.
Batik Air hanya meminta kesepakatan damai dengan KN untuk membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita seluruh atribut yang ia gunakan dalam aksinya.
Usai video KN ketika ketahuan viral di media sosial, KN kemudian melakukan klarifikasi dan permohonan maaf melalui sebuah video.
Dalam video tersebut, ia membenarkan bahwa ia telah melakukan penerbangan dengan pesawat Batik Air rute PLM-CGK dan mengenakan seragam serta atribut pramugari maskapai itu.
KN juga mengakui bahwa dirinya bukan pramugari betulan.
“Sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air. Dengan ini saya memohon maaf kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Group,” katanya dalam video klarifikasi itu.
