Koalisi Arab Saudi: Pemimpin Separatis Yaman, Aidaros Al Zubaidi Kabur ke Uni Emirat Arab

Aidarous al-Zubaidi, kepala Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA [Aidarous al-Zubaidi/Facebook]
Aidarous al-Zubaidi, kepala Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA [Aidarous al-Zubaidi/Facebook]
0 Komentar

PEMIMPIN separatis Yaman, Aidaros Al Zubaidi, telah melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA), setelah dilaporkan absen dalam perundingan di Riyadh, Arab Saudi. Kaburnya Al Zubaidi ke UEA itu terjadi setelah kelompok separatis yang dipimpinnya berupaya merebut sebagian besar wilayah Yaman.

Al Zubaidi dituduh melakukan pengkhianatan tingkat tinggi dan dikeluarkan dari Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman pada Rabu (7/1) waktu setempat. Koalisi pimpinan Saudi membombardir provinsi asal Alzubidi di Yaman setelah dia gagal menghadiri pembicaraan di Riyadh pekan ini.

Perjalanan Al Zubaidi kabur ke UEA, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), diungkapkan oleh koalisi pimpinan Saudi dalam pernyataan terbarunya. Disebutkan bahwa Alzubidi kabur dengan menggunakan kapal dan pesawat dari Aden di Yaman menuju ke Abu Dhabi di UEA, melalui Somaliland dan Somalia.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

“Intelijen yang dapat diandalkan menunjukkan bahwa Aidaros Al Zubaidi dan beberapa orang lainnya telah melarikan diri pada tengah malam,” sebut koalisi pimpinan Saudi dalam pernyataan pada Kamis (8/1) waktu setempat.

Keterangan koalisi pimpinan Saudi menyebutkan bahwa Al Zubaidi, yang merupakan pemimpin Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA, berlayar dari Aden ke Berbera di Somaliland, wilayah yang memisahkan diri di Tanduk Afrika, setelah tengah malam pada Rabu (7/1) waktu setempat.

Menurut koalisi pimpinan Saudi, dia kemudian terbang dengan pesawat Ilyushin buatan Rusia ke Mogadishu “di bawah pengawasan pejabat UEA”, sebelum melanjutkan penerbangan ke bandara militer di Abu Dhabi dan tiba pada Rabu (7/1) malam waktu setempat.

Sejauh ini belum ada komentar langsung dari otoritas UEA mengenai laporan tersebut.

Bulan lalu, STC yang dipimpin Alzubidi melancarkan rentetan serangan yang membawa gejolak baru ke Yaman, negara termiskin di Semenanjung Arab yang sudah terpecah belah akibat konflik bertahun-tahun.

STC yang didukung UEA itu berupaya memulihkan kemerdekaan setelah Yaman secara resmi terbagi antara Yaman Utara dan Yaman Selatan dari tahun 1967 hingga tahun 1990 silam.

Serangan koalisi pimpinan Saudi, yang melibatkan sejumlah pesawat tempur, terhadap target-target STC di Yaman telah memicu banyak korban jiwa. Menyusul serangan itu, Alzubidi menyatakan masa transisi dua tahun menuju kemerdekaan, yang mencakup digelarnya referendum.

0 Komentar