Rusia Agresif Lindungi Kapal Tanker Misterius 'Bella' di Perairan Venezuela, Amerika Serikat Siap Interupsi

Kapal Bella 1 yang saat ini dilacak oleh Amerika Serikat dan kini berganti nama menjadi Marinera. Foto: Hakon
Kapal Bella 1 yang saat ini dilacak oleh Amerika Serikat dan kini berganti nama menjadi Marinera. (Foto: Hakon Rimmereid/Marine Traffic)
0 Komentar

KETEGANGAN geopolitik di awal tahun ini tidak hanya membayangi Eropa Timur, melainkan di Amerika. Mata dunia saat ini sedang menunggu melihat eskalasi konflik yang terjadi di Laut Karibia. Usai tumbangnya rezim Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, situasi kian memanas.

Respons militer agresif datang dari Rusia yang mengirimkan armada lautnya untuk melindungi sebuah tanker misterius bernama “Bella” pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat.

Sementara itu, Amerika Serikat bersiap melakukan interupsi. Apakah ini merupakan sinyal Perang Dunia III atau sekadar pengalihan isu dari Ukraina?

Rusia kirim kapal Selam nuklir dan kapal perang

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Eskalasi mencapai tingkat berbahaya ketika pihak Rusia tidak mau tinggal diam. Menanggapi ancaman AS terhadap tanker “Bella”, Rusia dilaporkan telah mengerahkan armada tempurnya ke Atlantik menuju Karibia pada Rabu (7/1/2026).

Menurut laporan militer, armada ini mencakup kapal perusak (destroyer)dan diduga kuat menyertakan kapal selam bertenaga nuklir kelas Yasen-M yang sulit dideteksi. Langkah ini dinilai sebagai manuver power projection (unjuk kekuatan) yang dilakukan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pesan tersiratnya jelas: “Jangan sentuh tanker kami, atau hadapi armada tempur Rusia di dekat perbatasan kalian.”

Misteri tanker “Bella”: apa yang diangkutnya?

Fokus konflik saat ini tertuju pada sebuah kapal tanker raksasa bernama “Bella”. Mengutip laporan dari LBC, kapal ini mendeteksi mencoba meninggalkan perairan Venezuela dengan kawalan ketat. Tidak ada yang tahu pasti apa isi muatan kapal tersebut.

Spekulasi intelijen menyebutkan kapal itu bisa saja memuat cadangan minyak terakhir untuk dijual ke pasar gelap, emas batangan milik rezim, atau bahkan peralatan militer sensitif milik Rusia yang pernah ditempatkan di Venezuela.

Kutipan dari CNN melaporkan bahwa Pentagon telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memantau dan jika perlu, membajak atau menahan kapal tersebut dengan alasan penegakan sanksi internasional.

Runtuhnya rezim Nicolas Maduro: pemicu utama konflik

Berdasarkan laporan dari The Guardian, situasi di Caracas, Venezuela, mencapai titik terpanas. Pemerintahan Nicolas Maduro dilaporkan mengalami kolaps total akibat tekanan ekonomi dan pemberontakan internal.

0 Komentar