Black HawkDown dan Sudut Pandang Publik
Narasi Mogadishu kemudian hidup dalam adaptasi film Black Hawk Down arahan Ridley Scott pada 2001 yang naskahnya merujuk buku Black Hawk Down: A Story of Modern War karya Mark Bowden. Film ini dirilis beberapa bulan setelah serangan 11 September, ketika patriotisme AS sedang memuncak dan publik membutuhkan kisah kepahlawanan.
Ridley Scott berhasil mengubah kekalahan strategis menjadi epik keberanian taktis. Film ini memopulerkan etos leave no man behind yang kemudian menjadi mantra budaya militer AS. Gambaran operator Delta sebagai prajurit elite yang tenang, profesional, dan mematikan di tengah kekacauan secara drastis mengubah persepsi publik.
Menukil studi berjudul “Third-Force Influences: Hollywood’s War Films” (2017), dampak film terhadap rekrutmen militer sangat besar. Popularitasnya disebut meningkatkan angka pendaftaran Angkatan Darat hingga 400 persen. Banyak anak muda AS yang terinspirasi oleh visualisasi kepahlawanan Shughart dan Gordon, bercita-cita menjadi personel Ranger atau Delta.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Namun, film ini juga menuai kritik karena dianggap melakukan propaganda distorsi sejarah. Konteks politik Somalia, penderitaan warga sipil akibat operasi militer AS, dan alasan kemarahan rakyat Somalia hampir sepenuhnya dihapus.
“Hal ini sangat kontras dengan buku Mark Bowden Black Hawk Down, di mana film seharusnya didasarkan. Bowden bersusah payah melacak peristiwa pertempuran 15 jam di jalan-jalan Mogadishu dan menjelaskannya kepada pembaca,” tulis Ann Talbot dalam kolomnya di World Socialist Website.
Musuh digambarkan sebagai gerombolan tanpa wajah, sementara perspektif politik AS disucikan. Narasi biner baik versus jahat ini mengaburkan kompleksitas moral intervensi militer asing, sebuah bias yang mungkin juga memengaruhi dukungan publik terhadap tindakan agresif seperti penculikan Maduro di kemudian hari.
