Operasi Delta Force di Venezuela Trump Banggakan Kekuatan Militernya, Tapi Hancur di Mogadishu Tahun 1993

Sebuah helikopter Amerika yang rusak di Mogadishu, Somalia, 14 Oktober 1993. (Scott Peterson/Getty Images)
Sebuah helikopter Amerika yang rusak di Mogadishu, Somalia, 14 Oktober 1993. (Scott Peterson/Getty Images)
0 Komentar

Mantan operator Dale Comstock menyebut seleksi ini sebagai perang psikologis. Banyak atlet tangguh yang mencoba peruntungan gagal karena tidak mampu menahan isolasi dan kelelahan. Delta mencari individu yang tetap bisa berpikir jernih dan taktis ketika tubuh berada di ambang kehancuran.

Bagi yang lolos, akan menjalani Operator Training Course selama enam bulan. Di sini, mereka dilatih seni Close Quarters Battle (CQB) dengan presisi bedah, mampu membedakan sandera dan kombatan dalam hitungan milidetik. Selain itu, mereka belajar teknik spionase, mengemudi taktis, dan demolisi.

Pelatihan-pelatihan itu dikombinasikan dengan berbagai dukungan intelijen dari CIA, kecanggihan teknologi, serta lintas militer, membuat operasi seperti Absolute Resolve pada penangkapan Nicolás Maduro begitu sukses.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Sejak Agustus 2025, tim CIA bekerja secara sembunyi-sembunyi, menyusup ke Venezuela, merekrut orang, dan mengumpulkan pola pergerakan harian Maduro.

“Namun mantan pejabat mengatakan badan tersebut jelas dibantu oleh hadiah $50 juta yang ditawarkan Pemerintah AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro,” tulis The New York Times.

Keberhasilan operasi memicu pertanyaan besar terkait kemungkinan adanya bantuan dari dalam negeri Venezuela. Publik menyoroti sikap dua tokoh militer top Venezuela, Diosdado Cabello dan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López. Keduanya memang mengutuk aksi AS, namun pasukan mereka disebut nyaris tidak melakukan perlawanan sama sekali saat Delta Force menyerbu.

Fox News bahkan mencatat bahwa angkatan bersenjata Venezuela tampak tidak melakukan perlawanan apa pun saat penyerbuan berlangsung. Seorang analis Venezuela, Jorge Jraissati, mengatakan cepatnya Maduro ditangkap menunjukkan AS memiliki intelijen hebat dan orang Venezuela aktif bekerja sama dengan AS. Dugaan ini menguatkan spekulasi bahwa ada elemen pro-AS di dalam pemerintahan Maduro, sehingga Delta Force bisa beraksi secepat kilat.

Jatuh dan Terbenam di Mogadishu

Bayang-bayang operasi rahasia di Venezuela mengingatkan kembali tragedi lain di Mogadishu, Somalia. Awal 1990-an, negara itu terjerumus dalam perang saudara setelah jatuhnya diktator Siad Barre. Kelaparan massal melanda, diperparah oleh klan-klan yang saling bertikai dan membajak bantuan pangan internasional.

0 Komentar