Kremlin Sedia Kurangi Dukungan kepada Maduro Jika Washington Berikan Kebebasan Rusia Bertindak di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden AS Donald Trump di Alaska. (FOTO via Instagram @russian_kremlin
Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden AS Donald Trump di Alaska. (FOTO via Instagram @russian_kremlin)
0 Komentar

Trump bahkan memperbarui ancamannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark dan bagian dari aliansi militer NATO, serta mengancam tindakan militer terhadap Kolombia atas perannya dalam perdagangan kokain global.

Menurut Hill, Kremlin kemungkinan akan sangat senang dengan gagasan bahwa negara-negara besar seperti Rusia, AS, dan China memiliki pengaruh masing-masing, karena itu membuktikan bahwa “yang kuat berkuasa”. Trump, ujarnya, telah memperkuat narasi semacam itu melalui langkah-langkah kebijakan luar negeri yang diambilnya belakangan ini.

Lebih lanjut, Hill mengatakan bahwa tindakan Trump di Venezuela justru menyulitkan sekutu Kyiv untuk mengutuk apa yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina sebagai sesuatu yang “tidak sah.”

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

“Karena kita baru saja mengalami situasi di mana AS mengambil alih, atau setidaknya menghancurkan pemerintahan negara lain, menggunakan fiksi,” katanya.

Adapun pemerintahan Trump menggambarkan operasi di Venezuela sebagai operasi penegakan hukum dan menegaskan bahwa penangkapan Maduro adalah legal. Kementerian Luar Negeri Rusia belum menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Hill.

0 Komentar