Fakta Mengkhawatirkan Soal Tren Terorisme Global: Penusukan Brutal Moskow Terinspirasi Ledakan SMAN 72 Jakarta

konferensi pers Densus 88 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Januari 2025
Konferensi pers Densus 88 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Januari 2025
0 Komentar

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait tren terorisme global yang kini menjadikan insiden di Indonesia sebagai inspirasi kekerasan di luar negeri. Aksi penusukan brutal yang dilakukan remaja di Moskow, Rusia, baru-baru ini terkonfirmasi memiliki keterkaitan langsung dengan insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025 lalu.

Fakta ini terungkap setelah Densus 88 menganalisis barang bukti dari pelaku teror di Odintsovo, Moskow, bernama Mario Naufal, 15. Pada senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menyerang, ditemukan tulisan yang merujuk pada peristiwa teror di Jakarta.

Tulisan ‘Jakarta Bombing 2025’ di Gagang Senjata

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa pelaku di Rusia secara spesifik mengagungkan insiden di Jakarta sebagai bentuk glorifikasi kekerasan.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

“Di gagang senjata pelaku penusukan di Moskow, tertulis jelas ‘Jakarta Bombing 2025’. Tulisan itu kemudian didokumentasikan oleh pelaku dan diunggah ke komunitas daring tertentu sebelum aksi dilakukan,” ungkap Mayndra dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1).

Temuan ini menandai pergeseran pola radikalisasi. Jika sebelumnya kelompok teror di Indonesia kerap berkiblat pada aksi di luar negeri, kini insiden domestik justru menjadi materi propaganda yang memicu aksi copycat (peniruan) oleh remaja di negara lain.

Jejaring Komunitas Ekstrem Global

Menurut Mayndra, konektivitas ini difasilitasi oleh penyebaran paham Neo Nazidan White Supremacy yang meningkat tajam pasca-pandemi Covid-19. Komunitas-komunitas digital ini menjadi wadah bagi remaja seperti Mario Nauval di Rusia, maupun Anderson Solomon (17) di Amerika Serikat, untuk saling bertukar konten kekerasan dan memvalidasi ideologi ekstrem mereka.

“Ini memperlihatkan bahwa aksi teror dan kekerasan remaja di berbagai negara saling mempengaruhi tanpa sekat batas negara. Ada proses inspirasi dan glorifikasi yang terjadi sangat cepat melalui ruang digital,” tegas Mayndra.

Sebagai informasi, insiden di Moskow tersebut menyebabkan satu anak tewas dan seorang petugas keamanan terluka. Densus 88 kini memperketat pemantauan siber untuk memutus rantai glorifikasi insiden kekerasan yang berpotensi memicu serangan lanjutan, baik di dalam maupun luar negeri.

0 Komentar