Orang tua memegang peranan vital, tidak hanya dalam mengurasi konten yang aman, tetapi juga memberikan pendampingan aktif, menjadi teladan dalam penggunaan gawai yang sehat, serta mengajarkan literasi digital agar anak memahami privasi dan risiko dunia maya.
Pada akhirnya, gawai ibarat pedang bermata dua yang bisa membawa manfaat besar atau justru kerugian bagi psikologis anak, sangat bergantung pada pola penggunaannya. Kunci utamanya terletak pada kontrol dan keseimbangan yang diterapkan di rumah.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara orang tua, pendidik, dan lingkungan masyarakat untuk memastikan teknologi berfungsi sebagai alat pendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal, bukan sebagai penghambat kesejahteraan mereka.
Penulis: Icasia Klentha Wijaya, alumni Psikologi UKSW 2025
