Bung Karno Bebaskan Agen CIA: Setiap Negara Baru Berkembang, Agen-Agen Amerika Berkeliaran

Sidang pilot CIA Allen Lawrence Pope (kiri) di Jakarta 28 Desember 1959
Sidang pilot CIA Allen Lawrence Pope (kiri) di Jakarta 28 Desember 1959
0 Komentar

Ketika Pope tertangkap dan identitasnya terbongkar, pemerintah AS buru-buru membantah keterlibatan mereka.

Namun, fakta-fakta di lapangan tak bisa lagi disembunyikan. Pope akhirnya dibawa ke pengadilan dan dijatuhi hukuman mati. Meski begitu, nasib berkata lain. Sebelum sempat dieksekusi, Pope mendapat pengampunan.

Setelah menjalani masa tahanan selama empat tahun, istri, ibu, dan saudara perempuan Pope datang langsung menemui Soekarno di Jakarta. Mereka menangis tersedu-sedu, memohon agar Soekarno bersedia memberi pengampunan.

“Bila sudah menyangkut seorang perempuan, hatiku jadi lemah,” kenang Soekarno.

Alhasil, tak lama setelah momen sendu itu, Pope dibebaskan pada 1962.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

“Atas kemurahan hati Presiden, engkau diberi ampun. Tetapi, ini kulakukan dengan diam-diam,” tutur Soekarno.

Meski tak ada surat keputusan resmi, situs Mahkamah Agung Republik Indonesia mengkategorikan pembebasan Pope sebagai amnesti. Namun, ada syarat khusus, yakni Pope tidak boleh membuka mulut kepada media atau publik.

“Dia patuh. Dia bersembunyi di sebuah desa kecil di Amerika sampai pemberontakan yang dibantunya itu sudah dilupakan oleh setiap orang, kecuali kami,” kenang Soekarno setelah 7 tahun pasca kejadian.

Isu Tukar Guling

Desas-desus tukar guling mencuat setelah Allen Pope dibebaskan. Banyak yang yakin Soekarno tak mungkin memberi “makan siang gratis” kepada AS.

Soekarno sendiri tak pernah secara terbuka mengakui adanya kesepakatan rahasia. Namun, sejumlah orang terdekatnya meyakini pembebasan Pope disertai imbalan. Mulai dari dukungan diplomatik AS dalam isu Papua Barat, hingga bantuan senjata dan pendanaan untuk pembangunan dalam negeri.

Salah satu yang mengangkat hal ini adalah putra sulung Bung Karno, Guntur. Dalam memoarnya Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku (2012), Guntur mengenang percakapannya dengan sang ayah, termasuk soal kemungkinan barter proyek pembangunan jalan di Jakarta dengan pembebasan Pope.

Saat ditanya soal hal itu, Soekarno hanya tertawa kecil. Namun dia kemudian menjawab dengan nada penuh sindiran, “Mudah-mudahan Amerika kirim Pope yang lain. Kalau dia tertangkap nanti, aku minta ditukar dengan Ava Gardner dan Yvonne De Carlo (red, artis ternama Hollywood)”.

Baca Juga:Pemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 MiliarKetika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah Menjawabnya

Setelah dibebaskan, Pope sendiri diketahui hidup tenang di AS sampai wafat pada 2020 di usia 91 tahun.

0 Komentar