Baku tembak terjadi setelah Maduro ditangkap, kata Caine, dan helikopter AS terkena tembakan. Tidak ada warga Amerika yang tewas, meskipun ada beberapa pasukan AS yang terluka. Semua dalam kondisi stabil, menurut seorang pejabat AS dan seorang pejabat Gedung Putih.
Pada pukul 03.30, pasukan AS keluar dari negara itu dengan selamat. Pada saat itu, udara di Caracas berbau mesiu dan asap. Kedutaan Besar AS di Venezuela memperingatkan warga Amerika di sana untuk berlindung di tempat aman.
Kurang dari satu jam kemudian, Trump menyampaikan berita itu kepada dunia melalui media sosial.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya, dan diterbangkan keluar dari negara itu,” tulisnya.
Foto yang diposting Gedung Putih pada Sabtu pagi menunjukkan Maduro di atas kapal serbu USS Iwo Jima mengenakan pakaian olahraga, diborgol, dan ditutup matanya.
Pada pukul 16.30, Maduro berada di New York. Ia tiba di Bandara Stewart di New Windsor, utara Kota New York.
Puluhan petugas penegak hukum mengapit Maduro saat ia berjalan tertatih-tatih menuju hanggar. Ia dan istrinya akan diangkut ke penjara di Kota New York pada hari itu juga. Pada Senin, Maduro melakukan penampilan pertamanya di pengadilan.
Ia dan para tersangka konspiratornya menghadapi tuntutan atas skema, “Siklus korupsi berbasis narkotika memperkaya para pejabat Venezuela dan keluarga mereka sekaligus menguntungkan teroris narkoba yang beroperasi tanpa hukuman di tanah Venezuela dan yang membantu memproduksi, melindungi, dan mengangkut berton-ton kokain ke Amerika Serikat,” demikian tuduhan dalam dakwaan tersebut.
Setelah serangan itu, Trump menegaskan bahwa Operasi Absolute Resolve bukanlah operasi sekali saja. Operasi ini juga bukan semata-mata tentang menangkap seseorang yang dianggap buronan.
Kampanye militer ini merupakan peningkatan dramatis wewenang presiden. Trump berupaya membentuk kawasan ini sesuai dengan versi revisi kebijakan luar negeri Amerika Pertama.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Sebagai variasi dari Doktrin Monroe abad ke-19, Trump menunjukkan bahwa ia akan menggunakan kekuatan keras untuk mempromosikan kepentingan AS dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi bisnis. “Doktrin Donroe,” sebut Trump.
