Perdana Menteri Denmark Kecam Keras Wacana Pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat

Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen
Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen
0 Komentar

PERDANA Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen mengecam keras wacana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat (AS). Dia mengingatkan bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS berarti berakhirnya aliansi militer NATO.

Komentarnya muncul sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang kembali menyerukan agar pulau Arktik yang strategis dan kaya mineral itu, berada di bawah kendali AS. Seruan itu disampaikan oleh Trump usai serangan AS ke Venezuela akhir pekan lalu.

Operasi pasukan AS di Caracas, ibu kota Venezuela untuk menangkap pemimpin Nicolás Maduro dan istrinya tersebut mengejutkan dunia. Hal ini meningkatkan kekhawatiran di Denmark dan Greenland, yang merupakan wilayah semi-otonom kerajaan Denmark dan karenanya merupakan bagian dari NATO.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Frederiksen dan PM Greenland, Jens Frederik Nielsen, mengecam komentar Trump tersebut dan memperingatkan akan adanya konsekuensi parah. Banyak pemimpin Eropa menyatakan solidaritas dengan mereka.

“Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir,” kata Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2 pada hari Senin (5/1) waktu setempat. “Artinya, itu termasuk NATO kita dan dengan demikian keamanan yang telah diberikan sejak akhir Perang Dunia Kedua,” cetus pemimpin Denmark itu, dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (6/1/2026).

Trump telah berulang kali menyerukan yurisdiksi AS atas Greenland selama masa transisi kepresidenannya dan bulan-bulan awal masa jabatan keduanya. Trump bahkan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau tersebut.

Komentarnya pada hari Minggu lalu, termasuk mengatakan kepada wartawan “mari kita bicara tentang Greenland dalam 20 hari,” semakin menambah kekhawatiran bahwa AS berencana untuk melakukan intervensi di Greenland dalam waktu dekat.

Frederiksen juga mengatakan Trump “harus dianggap serius” ketika dia mengatakan dia menginginkan Greenland. “Kami tidak akan menerima situasi di mana kami dan Greenland diancam dengan cara ini,”

0 Komentar