PENILAIAN intelijen rahasia AS (CIA) baru-baru ini menentukan bahwa anggota-anggota penting rezim Nicolás Maduro, termasuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez, akan berada pada posisi terbaik untuk memimpin pemerintahan sementara di Caracas dan menjaga stabilitas jangka pendek jika otokrat tersebut kehilangan kekuasaan. Ini dikatakan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Analisis Badan Intelijen Pusat (CIA) tersebut disampaikan kepada Presiden Trump dan dibagikan kepada lingkaran kecil pejabat senior pemerintahan, menurut dua orang tersebut.
Hal itu menjadi faktor dalam keputusan Trump mendukung wakil presiden Maduro alih-alih pemimpin oposisi dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian María Corina Machado, kata beberapa orang tersebut.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Penilaian tersebut memberikan wawasan tentang keputusan Trump untuk tidak mendukung upaya oposisi mengendalikan Venezuela setelah operasi militer AS menangkap Maduro pekan lalu dan membawanya ke AS untuk diadili.
Seperti pada masa jabatan pertamanya, Trump yakin bahwa stabilitas jangka pendek di Venezuela hanya dapat dipertahankan jika pengganti Maduro mendapat dukungan dari angkatan bersenjata negara dan elite lain.
Para pejabat senior pemerintahan Trump menugaskan CIA untuk melakukan penilaian analitis dan mendiskusikannya selama diskusi tentang rencana pascaresesi untuk Venezuela, kata beberapa sumber. Sumber-sumber yang mengetahui penilaian tersebut mengatakan mereka tidak yakin tanggal pasti pembuatannya.
Laporan tersebut disampaikan kepada Trump dalam beberapa minggu terakhir, menurut dua sumber.
Penilaian tersebut tidak menjelaskan bagaimana Maduro dapat kehilangan kekuasaan atau menganjurkan untuk menggulingkannya, tetapi mencoba untuk mengukur situasi domestik di Venezuela jika hal itu terjadi, kata sumber-sumber yang mengetahui laporan tersebut.
Laporan intelijen tersebut, kata sumber-sumber tersebut, menyebutkan Rodríguez dan dua tokoh penting rezim Venezuela lain sebagai kemungkinan penguasa sementara yang dapat menjaga ketertiban. Sumber-sumber yang mengetahui penilaian tersebut tidak menyebutkan identitas dua pejabat lain, tetapi selain Rodríguez, dua tokoh berpengaruh lain ialah Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino.
Kedua tokoh garis keras tersebut, yang memimpin kepolisian dan militer Venezuela, dapat menggagalkan upaya transisi apa pun, menurut mantan pejabat AS dan Venezuela. Keduanya menghadapi dakwaan kriminal AS yang serupa dengan yang diajukan terhadap Maduro dan kemungkinan besar tidak akan bekerja sama dengan Washington.
