Operasi Absolute Resolve Venezuela Pembuka Periode Sejarah Perang Modern: 9 Kawasan Paling Berbahaya

Ilustrasi
Ilustrasi
0 Komentar

PENANGKAPAN dramatis Nicolas Maduro dalam “Operasi Absolute Resolve” di awal 2026 ini hanyalah pembuka dari tahun yang diprediksi akan menjadi salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah modern.

Saat debu di Caracas mulai mereda, mata dunia kini tertuju pada laporan terbaru dari International Crisis Groupdan Council on Foreign Relations (CFR) yang memetakan 10 titik nyala (flashpoints) utama yang bisa memicu perang besar di tahun 2026.

Jika 2025 adalah tahun persiapan, maka 2026 adalah tahun di mana teknologi kecerdasan buatan (AI) dan senjata otonom akan mendominasi medan laga.

Zona Merah: Tier I (Probabilitas & Dampak Tinggi)

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Ini adalah daftar kontingensi paling berbahaya yang dapat menyeret kekuatan besar dunia ke dalam lubang kehancuran global:

  • Segitiga Maut Timur Tengah (Israel-Iran-Lebanon): Konfrontasi langsung antara Israel dan Iran, yang diperparah oleh eskalasi Hizbullah, tetap menjadi teater perang paling mematikan.
  • Perang Atrisi Rusia-Ukraina: Memasuki tahun 2026, perang ini berubah menjadi pertempuran saraf yang melelahkan, di mana kedua pihak dipaksa menuju gencatan senjata yang akan membekukan garis wilayah saat ini.
  • Semenanjung Korea: Aktivitas nuklir dan rudal Korea Utara membawa potensi bencana yang melibatkan AS, Korea Selatan, dan Jepang.
  • Lanjutan AS-Venezuela: Meski Maduro tertangkap, risiko kolaps internal atau eskalasi militer lanjutan tetap berada di level tertinggi.
  • Perang Siber Total: Serangan siber besar terhadap infrastruktur kritis AS (listrik, keuangan, atau komunikasi) menjadi ancaman utama tahun ini.
  • Kerusuhan Domestik AS: Pakar memperingatkan potensi kekerasan politik dan ketidakstabilan di dalam negeri Amerika Serikat sendiri.

Tier II: Ancaman Regional dan Ekonomi

Konflik ini mungkin bersifat regional, namun getarannya mampu mengguncang pasar global:

  • India-Pakistan: Risiko konfrontasi militer kembali menguat, dipicu oleh ancaman insiden teroris.
  • Selat Taiwan & Laut China Selatan: China terus menekan sekutu-sekutu AS, terutama Filipina, menciptakan ketegangan yang bisa meledak kapan saja.
  • Krisis Perbatasan: Ketidakstabilan di Haiti dan Meksiko memicu krisis migrasi dan kriminalitas lintas batas.

Revolusi Medan Perang: Dari AI hingga Senjata Hipersonik

Pelajaran militer dari tahun 2025 telah mengubah wajah perang di 2026 secara fundamental. Perang tidak lagi hanya soal jumlah tentara, melainkan penguasaan Spektrum Elektromagnetik.

0 Komentar