Nicolas Maduro: Saya Presiden Republik Venezuela, Saya Tidak Bersalah

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) dan istrinya, Cilia Flores (kedua dari kanan) muncul di pengadilan fe
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) dan istrinya, Cilia Flores (kedua dari kanan) muncul di pengadilan federal Manhattan dengan pengacara pembela mereka. (FOTO OLEH ELIZABETH WILLIAMS /AP)
0 Komentar

SUARA gemerincing belenggu kaki bergema di ruang sidang New York sesaat sebelum pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, melangkah masuk untuk pertama kalinya. Dalam penampilan perdananya di hadapan hukum Amerika Serikat pada Senin sore waktu setempat, Maduro memberikan pernyataan mengejutkan dengan mengklaim dirinya telah “diculik”.

Di hadapan barisan jurnalis dan pengunjung yang memenuhi ruangan, Hakim Alvin Hellerstein, 92, meminta Maduro mengonfirmasi identitasnya untuk memulai persidangan. Dengan tenang, Maduro menjawab dalam bahasa Spanyol yang kemudian diterjemahkan interpreter.

“Saya adalah Nicolás Maduro, tuan. Saya adalah Presiden Republik Venezuela dan saya di sini karena diculik sejak 3 Januari,” ujarnya tegas. “Saya ditangkap di kediaman saya di Caracas, Venezuela.”

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Hakim Hellerstein segera menyela. Ia menegaskan akan ada “waktu dan tempat tersendiri untuk membahas hal tersebut.”

Dalam sidang pembacaan dakwaan (arraignment) yang berlangsung selama 40 menit tersebut, Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, menyatakan tidak bersalah atas serangkaian tuduhan berat. AS mendakwa mereka atas konspirasi narkoterorisme, impor kokain, serta kepemilikan senjata mesin dan perangkat perusak.

“Saya tidak bersalah. Saya pria yang baik,” kata Maduro. Flores, yang tampak mengalami luka memar di sekitar mata dan dahi akibat operasi penangkapan, menambahkan dirinya “sepenuhnya tidak bersalah.”

Pasangan ini diterbangkan ke penjara New York setelah ditangkap pasukan AS di kompleks kediaman mereka pada Sabtu lalu. Operasi kejutan tersebut dilaporkan melibatkan serangan udara terhadap pangkalan-pangkalan militer di Venezuela.

Mengenakan pakaian tahanan berwarna biru-oranye dengan celana khaki, Maduro tampak tenang dan sesekali mencatat dengan teliti di sebuah legal pad kuning. Suasana sempat memanas ketika seorang pengunjung berteriak Maduro akan “membayar” semua kejahatannya.

Maduro merespons dengan teriakan dalam bahasa Spanyol sebelum pria tersebut digiring keluar. “Saya adalah seorang presiden dan tawanan perang!”

Kehadiran Maduro di pengadilan ini memicu emosi mendalam bagi warga Venezuela yang hadir. Maibort Petit, seorang jurnalis yang lama meliput pemerintahan Maduro, menyebut momen melihat mantan pemimpinnya memakai baju tahanan adalah hal yang “surealis”. Ia juga mengungkapkan serangan rudal AS saat penangkapan Maduro turut merusak rumah keluarganya di Caracas.

0 Komentar