Gunung Gede-Pangrango Kondisi Normal, Terungkap Dentuman Keras dan Kilatan Cahaya Kemerahan di Cianjur

Tangkapan layar dari rekaman CCTV yang disebut-sebut merekam momen dentuman dan kilatan cahaya misterius di Ci
Tangkapan layar dari rekaman CCTV yang disebut-sebut merekam momen dentuman dan kilatan cahaya misterius di Cipanas, Cianjur, Senin malam 5 Januari 2026.
0 Komentar

BALAI Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango dalam kondisi normal dan tidak terkait dengan dentuman keras serta kilatan cahaya yang sempat meresahkan warga di wilayah Puncak, Kabupaten Cianjur, Senin malam.

Berdasarkan hasil pemantauan dan data dari Badan Geologi, PVMBG, dan Kementerian ESDM, status Gunung Gede-Pangrango masih berada pada Level I atau normal. Dengan demikian, tidak ditemukan indikasi aktivitas vulkanik yang memicu suara dentuman maupun kilatan cahaya tersebut.

Laporan petugas jaga menyebutkan dentuman dan cahaya kemerahan diduga berasal dari kawasan Ciloto-Puncak, Kecamatan Cipanas, dari balik perbukitan yang diperkirakan masuk wilayah Bogor. Fenomena tersebut hanya berlangsung singkat dan tidak disertai kejadian lanjutan.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan dentuman dan cahaya misterius yang terjadi di kawasan Puncak Cianjur bukan disebabkan aktivitas vulkanik Gunung Gede-Pangrango.

“Hasil pengamatan dan sumber data Badan Geologi, PVMKG, dan ESDM, memastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih normal atau Level 1, sehingga tidak ada kaitan dengan suara dentuman dan kilatan cahaya pada Senin malam,” katanya, Selasa 96/1/2026).

Berdasarkan laporan dari petugas jaga, dentuman dan kilatan cahaya diduga berasal dari kawasan Ciloto-Puncak, Kecamatan Cipanas, tepatnya dari balik perbukitan yang diperkirakan masuk wilayah Bogor.

Petugas menyebutkan sempat mendengar suara dentuman cukup kencang dan kilatan cahaya kemerahan, namun tidak berlangsung lama. Hanya dalam hitungan detik dan tidak ada susulan hingga pergantian hari.

“Betul terdengar suara gemuruh dan dentuman keras disusul dengan kilatan cahaya merah di langit dan bukan di kawasan taman nasional,” katanya.

Seperti diberitakan warga di sejumlah kecamatan di utara Cianjur tepatnya di Kecamatan Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi sempat mendengar suara dentuman pada Senin malam sekitar pukul 22.15 WIB, sehingga berhamburan keluar rumah.

Tidak lama berselang warga melihat kilatan cahaya kemerahan di langit, sehingga mereka memilih bertahan di luar rumah cukup lama karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi, hingga menjelang tengah malam sebagian besar warga kembali masuk ke dalam.

0 Komentar