CIA: Tokoh untuk Pimpin Pemerintahan Sementara di Caracas, Bukan Oposisi

Operasi Rahasia CIA
Operasi Rahasia CIA
0 Komentar

Pemerintahan Trump menawarkan narasi yang berubah-ubah tentang bagaimana mereka bertujuan untuk bekerja sama dengan Rodríguez, presiden sementara Venezuela, yang dipandang oleh AS sebagai operator politik yang pragmatis. Meskipun awalnya menunjukkan sikap menantang, pada Minggu (4/1) ia mengisyaratkan kesediaannya untuk bekerja sama dengan AS dan telah berbicara dengan Rubio.

Dalam serangkaian wawancara televisi pada Minggu, Rubio mengatakan AS akan memaksa Rodríguez untuk bertindak demi kepentingan Amerika dengan memberlakukan karantina militer untuk mencegat kapal tanker minyak yang dikenai sanksi, sehingga Venezuela kekurangan pendapatan minyak. Namun beberapa jam kemudian, Trump menegaskan preferensinya untuk pemerintahan langsung tanpa menjelaskan bagaimana Washington akan mendikte persyaratan di Caracas.

“Kami yang berkuasa,” katanya kepada wartawan. “Kami membutuhkan akses total. Kami membutuhkan akses ke minyak dan hal-hal lain di negara mereka yang memungkinkan kami untuk membangun kembali negara mereka.”

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Pernyataan Trump yang mendukung Rodríguez dan menolak oposisi yang dipimpin Machado mengejutkan para pembantu Machado dan banyak pendukungnya di AS pada Sabtu. Machado, “Tidak memiliki dukungan atau rasa hormat di dalam negeri,” untuk mengambil alih kekuasaan dalam transisi demokrasi, kata Trump.

Sebelumnya, Trump dan sekutu utamanya secara terbuka mengangkat gerakan oposisi Machado sebagai pilihan terbaik untuk mewarisi kekuasaan dalam transisi. Dalam unggahan Truth Social pada Januari, Trump memuji Machado karena, “Secara damai menyuarakan suara dan KEHENDAK rakyat Venezuela.”

Rubio–salah satu pendukungnya yang paling terkemuka mengatakan berbicara dengannya berkali-kali selama bertahun-tahun–menandatangani surat yang mencalonkannya untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Orang-orang yang dekat dengan Trump, termasuk putranya, Don Trump Jr, juga sering mempromosikannya sebagai masa depan demokrasi Venezuela.

Namun secara pribadi, Trump berhati-hati dalam mendukung oposisi Venezuela setelah menyimpulkan bahwa mereka gagal memenuhi janji pada masa jabatan pertamanya, kata Juan Cruz, pejabat Gedung Putih tertinggi yang menangani kebijakan Amerika Latin pada saat itu.

Trump memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap perusahaan minyak negara Venezuela, mengisolasi Maduro secara diplomatik, dan berupaya memicu pemberontakan di militer. Upaya tersebut gagal ketika baik angkatan bersenjata maupun penduduk secara luas tidak bangkit. Ini memperkuat pandangan Trump bahwa oposisi terlalu banyak berjanji dan kurang berprestasi.

0 Komentar