Trump Sebut Kuba Negara Gagal, Tak Ada Rencana Operasi Militer Usai Venezuela

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
0 Komentar

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu mengatakan Washington tidak merencanakan operasi militer terhadap Kuba setelah operasi di Venezuela. Trump menyebut Kuba sebagai negara gagal dan menilai sistem politik serta ekonominya tidak berjalan baik bagi rakyatnya.

Dalam wawancaranya dengan harian The New York Post, Sabtu (3/1), Trump menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan tindakan militer AS terhadap Kuba dengan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak ada dalam rencana saat ini.

Ia menyatakan Kuba tengah menghadapi kesulitan serius dan sistem yang diterapkan selama ini tidak membawa hasil yang diharapkan.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Menurut Trump, kondisi tersebut membuat Kuba berpotensi menjadi topik pembahasan lebih lanjut di masa depan. Namun bukan dalam konteks operasi militer.

Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap kebijakan luar negeri AS di kawasan Amerika Latin, menyusul operasi Washington di Venezuela yang memicu reaksi beragam dari negara-negara di kawasan dan komunitas global.

Presiden Trump, Sabtu, mengumumkan AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Media setempat melaporkan sejumlah ledakan di Caracas dan mengeklaim bahwa operasi tersebut dilakukan anggota unit elit Delta Force.

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Venezuela mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengelar rapat darurat yang membahas serangan AS tersebut.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro tetap menjadi satu-satunya pemimpin negara tersebut.

“Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros,” katanya pada pertemuan Dewan Pertahanan menyusul operasi AS terhadap Venezuela.

Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional

Rodriguez mengatakan apa yang terjadi pada Venezuela pada Sabtu bisa saja terjadi pada negara mana pun di kawasan ini.

“Kami meminta negara-negara di Tanah Air yang Agung untuk bersatu. Apa yang dilakukan terhadap Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan ini bisa diarahkan ke negara mana pun,” katanya.

0 Komentar