AMERIKA Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, memicu kecaman dari Partai Demokrat karena menggunakan kekuatan militer tanpa otorisasi Kongres dan tidak memberitahukan Kongres sebelumnya sesuai aturan.
Senator Demokrat berencana melakukan pemungutan suara pekan depan untuk rancangan undang-undang yang bertujuan mencegah Trump melancarkan aksi militer lebih lanjut terhadap Venezuela tanpa persetujuan Kongres.
Setelah AS menyerang Venezuela dan menangkap presiden otoriter yang telah lama berkuasa, Nicolas Maduro, Senator Demokrat Tim Kaine merilis pernyataan tertulis yang menyatakan akan mendorong pemungutan suara terkait Resolusi Kekuasaan Perang (War Powers Resolution) pada pekan depan.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Pasal 1 Bagian 8 Konstitusi AS menetapkan bahwa Kongres memiliki wewenang untuk menyatakan perang. Undang-undang tahun 1973 juga mengharuskan Presiden untuk memberikan penjelasan kepada Kongres saat mengerahkan militer AS untuk operasi militer.
Ia menunjukkan bahwa Kongres sudah seharusnya menegaskan kembali wewenang konstitusionalnya dalam isu perang, perdamaian, diplomasi, dan perdagangan. RUU lintas partai ini secara tegas menyatakan bahwa kecuali diotorisasi oleh Kongres, AS tidak boleh berperang dengan Venezuela.
“Kita memasuki tahun ke-250 demokrasi Amerika, kita tidak boleh membiarkan rezim pemerintahan berubah menjadi tirani seperti yang dihindari oleh para pendiri bangsa dahulu,” ujarnya.
Anggota Tertinggi Fraksi Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat, Jack Reed, juga menyatakan melalui pernyataan tertulis bahwa Trump telah melancarkan perang terhadap negara asing tanpa otorisasi, tanpa pemberitahuan, dan tanpa memberikan penjelasan apa pun kepada rakyat Amerika. Bagaimanapun perkembangan selanjutnya, Trump harus menanggung akibatnya.
Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers hari ini menyatakan bahwa alasan ia sengaja tidak memberi tahu Kongres sebelum mengambil tindakan terhadap Venezuela adalah karena ia tidak percaya anggota Kongres dapat menjaga rahasia.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan bahwa pemerintah tidak dapat memberi tahu Kongres sebelumnya karena ini adalah misi yang”bergantung pada situasi (condition-based).
Jika Resolusi Kekuasaan Perang ini disahkan, maka Trump akan diwajibkan untuk mendapatkan otorisasi Kongres terlebih dahulu jika ingin mengambil tindakan serangan lebih lanjut.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Media politik Amerika Serikat, POLITICO, menunjukkan bahwa pemungutan suara ini juga akan menguji tingkat dukungan internal Partai Republik terhadap tindakan keras Donald Trump.
