Rizal Sukma Respons Kritik Dino Patti Djalal Terkait Sikap Kemlu: Saya Heran kok Pak Dino Masih Heran?

Cuitan Rizal Sukma (X)
Cuitan Rizal Sukma (X)
0 Komentar

MANTAN Duta Besar RI untuk Inggris, Irlandia, dan IMO periode 2016–2020, Rizal Sukma, merespons kritik Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal terhadap sikap pemerintah Indonesia terkait serangan Amerika Serikat ke Venezuela.

Menanggapi pernyataan Dino yang mempertanyakan sikap Kementerian Luar Negeri RI, Rizal menyampaikan respons singkat melalui media sosial.

Rizal Sukma dikenal sebagai akademisi dan diplomat yang kerap menekankan pendekatan realistis dalam diplomasi Indonesia, khususnya dalam membaca dinamika hubungan kekuatan besar dan posisi Indonesia sebagai negara Global South.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

‘Saya heran kok Pak Dino masih heran?’ tulis Rizal Sukma dalam akun X@DrRizalSukma.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan publik mengenai konsistensi politik luar negeri Indonesia menyusul serangan AS ke Venezuela yang dinilai melanggar hukum internasional.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal menilai pernyataan resmi pemerintah terlalu umum dan tidak secara tegas menyebut Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab.

‘Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI (tentang) Venezuela yg sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat. Sejak kapan kita sungkan/takut mengkritik kawan yg lakukan pelanggaran hukum internasional?’ ujar Dino melalui akun media sosial X.

‘Kenapa Menlu @Menlu_RI Sugiono sampai sekarang tidak bersuara, padahal dunia menunggu pandangan Indonesia sbg pemain Global South yg penting,’ lanjutnya.

‘Ini momen Indonesia perlu percaya diri menunjukkan sikap, sama ketika kita dulu menentang invasi AS thdp Iraq,’ ucap Dino.

Ia menegaskan, politik luar negeri bebas aktif tidak sekadar berarti menjaga hubungan baik dengan semua pihak, melainkan keberanian mengambil sikap ketika prinsip dasar dilanggar.

Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional

‘Bebas aktif itu artinya BERANI berpendirian. Bermitra dgn AS, dan dgn negara manapun, tidak boleh menjadikan Indonesia negara penurut yg mengorbankan hal2 yg prinsipil.’

Hingga kini, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, prinsip kedaulatan negara, serta penyelesaian konflik melalui jalur dialog dan mekanisme multilateral.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” tulis akun X Kemlu RI. (Ant/I-1)

0 Komentar