POLISI membeberkan detik-detik pelaku inisial HA menghabisi nyawa anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maman Suherman di Perumahan BBS 3 Cilegon, Banten pada 16 Desember 2025 lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan mengatakan dalam melakukan aksinya, HA memilih rumah yang dijadikan target sasaran secara acak.
HA kemudian menggunakan modus memencet hingga sebanyak empat kali untuk memastikan rumah sasarannya dalam keadaan kosong. Tak hanya itu, HA juga sudah menyiapkan alibi dengan berpura-pura bertanya soal alamat jika ternyata ada orang di dalam rumah tersebut.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
“Yang TKP satu, kejadian kurang lebih durasi antara pukul 13.17 sampai 13.42, yang mana pada saat itu kondisi hujan lebat, pelaku mendatangi ke TKP satu mencet bel sebanyak empat kali tidak ada respon, kemudian pelaku memanjat melalui tiang sampai pos satpam,” kata Dian dalam konferensi pers, Senin (5/1).
Setelah berhasil masuk, pelaku langsung menuju ke lorong yang berada di sebelah rumah. Pelaku kemudian mencongkel jendela kamar pembantu untuk masuk ke dalam rumah.
Dian menyebut dalam melakukan aksinya pelaku terbilang rapi. Yakni, pelaku menggunakan masker, helm fullface, sepatu hingga sarung tangan.
Kemudian, saat berhasil masuk ke rumah, pelaku melihat ada sebuah brankas di lantai 1. Pelaku lantas mencoba membobol brankas itu, namun gagal.
Pelaku lalu naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar korban yang berada di sebelah kanan tangga. Pelaku membuka kamar itu dan mendapati korban sedang bermain handphone di atas kasur.
“Selanjutnya, korban menghampiri pelaku sudah mengasih kode untuk diam, selanjutnya sempat nanya ayahmu di mana, korban sempat menjawab keluar,” ucap Dian.
“(Pelaku bertanya lagi) tahu kunci brankas ditaruh di mana, korban sempat menjawab tidak tahu mungkin kakak D yang tahu sambil menunjuk kamar kakaknya,” lanjutnya.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Selanjutnya, pelaku merangkul korban dan membawanya ke balik lemari yang berada di dalam kamar utama ayahnya. Di sana, pelaku berniat mengikat korban, namun korban ternyata melakukan perlawanan.
“Korban melakukan perlawanan yakni dengan cara dua kali menendang kemaluan si pelaku, menendang lutut dan siku, di situ pelaku langsung menusuk korban, korban sempat berteriak semakin ditusuk,” tutur Dian.
