TIM penasihat hukum eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim, menepis isu yang mengatakan bahwa kliennya pernah bertemu dengan Colin Marson dan Putri Raya Alam selaku perwakilan Google.
“Bahwa JPU menyatakan Terdakwa telah melakukan pertemuan dengan Colin Marson selaku Head of Education Asia Pacific serta Putri Ratu Alam, yang membahas produk-produk Google for Education pada bulan November 2019,” ucap salah satu anggota Tim Penasihat Hukum Nadiem di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (5/1/2025).
Para penasihat hukum Nadiem pun menekankan bahwa Nadiem tidak memiliki konflik kepentingan saat dirinya masih menjabat sebagai menteri. “Bahwa senyatanya pada bulan November 2019 Terdakwa tidak pernah bertemu dengan pihak Google sebagaimana didakwakan Jaksa Penuntut Umum,” terang kuasa hukum Nadiem.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Lalu, Nadiem juga disebut sudah tak mengemban jabatan di PT Gojek Indonesia sekaligus PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) pada 22 Oktober 2018, di mana satu hari sebelum dilantik menjadi Mendikbud Ristek.
“Bahwa pada faktanya Terdakwa telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direksi PT Gojek dan mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT AKAB pada tanggal 22 Oktober 2019, yaitu sehari sebelum Terdakwa dilantik sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” ujar penasihat hukum Nadiem.
Dengan demikian, dakwaan JPU yang menyebut Nadiem bertemu pihak Google masih disebut tak jelas. Pasalnya, tak disebutkan dalam dakwaan tersebut secara rinci kapan dan di mana pertemuan Nadiem dengan pihak Google terjadi.
