Israel: Operasi Militer AS di Venezuela Pukulan Bagi Poros Iran, Rezim Maduro Gerbang Iran ke Amerika Latin

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dijebloskan ke Pusat Penahanan Metropolitan (MDC) di Kota New York, Amerika
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dijebloskan ke Pusat Penahanan Metropolitan (MDC) di Kota New York, Amerika Serikat (AS). (Foto: Selcuk Acar/Anadolu via Getty Images)
0 Komentar

“Dari semua negara di Amerika Latin yang melibatkan Iran, Nikaragua, Kuba, Bolivia di masa lalu, dan sedikit di Brasil, Venezuela sangat penting,” katanya.

Teheran disebutnya menginvestasikan sumber daya besar di Caracas, termasuk penjualan senjata dan pembangunan pabrik drone bersama.

Menurut Citrinowicz, Iran kemungkinan akan memperdalam pengaruhnya di Amerika Latin, terutama Nikaragua dan Kuba, yang dianggap benteng perlawanan terhadap AS, meski wilayah ini tengah mengalami pergeseran politik ke kanan dan munculnya beberapa pemimpin pro-Trump baru-baru ini.

Harapan Israel dan Dampak Regional

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Israel menyambut baik perkembangan terakhir dan berharap penangkapan Maduro oleh pemerintahan Trump serta tekanan terhadap Presiden sayap kiri Kolombia, Gustavo Petro, dapat memperkuat tren ini.

Bolivia, misalnya, memperbarui hubungan diplomatik dengan Israel pada Desember lalu. Hubungan sempat terputus pada 2009, dipulihkan pada 2020, dan kembali terhenti pada Oktober 2023 setelah Israel melancarkan serangan ke Gaza sebagai respons atas pembantaian 7 Oktober.

Sementara itu, Presiden terpilih Cile, Jose Antonio Kast, yang berhaluan kanan jauh, menyatakan dukungan terhadap mendiang diktator Augusto Pinochet.

Israel berharap serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Maduro akan membalik hasil pemilihan yang menempatkan Maduro berkuasa. Pengawas internasional mengeklaim hasil pemilihan telah dimanipulasi.

Pemerintah Israel lebih menyukai Edmundo Gonzalez, diplomat dan tokoh oposisi yang mencalonkan diri melawan Maduro.

Namun, di Amerika Latin, sebagian pihak melihat serangan AS dan upaya menggulingkan Maduro sebagai bencana strategis. Seorang pejabat Brasil kepada Haaretz memperingatkan bahwa invasi AS ke Venezuela dapat memicu kekacauan serupa invasi Amerika ke Irak.

“Sama seperti intervensi tersebut menyebabkan kekacauan politik dan militer, munculnya gerakan ISIS, organisasi teroris, dan penderitaan kemanusiaan yang mengerikan, invasi militer ke Venezuela akan sepenuhnya mengganggu ketertiban di wilayah Amazon dan Andes,” katanya.

Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional

Pejabat itu juga memperingatkan bahwa invasi dapat memperkuat pengedar narkoba dan kelompok gerilya yang memanfaatkan perdagangan narkoba.

“Hasilnya akan sangat buruk,” tambahnya.

Berbeda dengan Irak sebelum penggulingan Saddam Hussein pada 2003, Venezuela memiliki oposisi yang terorganisasi dan mendapat dukungan internasional. Jika rezim Maduro benar-benar jatuh, fakta ini dapat mengurangi risiko konflik antargeng dan kekacauan berskala besar, sehingga muncul optimisme hati-hati di Israel.

0 Komentar