PARA pejabat Israel menilai serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) sebagai pukulan signifikan bagi poros Iran. Iran mengukuhkan kehadirannya di negara tersebut selama beberapa dekade, sebagian melalui jaringan Hizbullah dan Garda Revolusi Iran.
Israel memandang rezim Presiden Nicolas Maduro sebagai gerbang Iran ke Amerika Latin.
Para pejabat menilai Hizbullah yang mendapat dukungan Iran memiliki pijakan kuat di Venezuela. Sejumlah tokoh senior Garda Revolusi disebut memperoleh kewarganegaraan Venezuela.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Hal ini memungkinkan mereka bergerak bebas di Amerika Selatan sekaligus memperluas pengaruh Iran di kawasan tersebut.
Israel melihat rezim Maduro tidak hanya memusuhi Israel tetapi juga menjalin hubungan erat dengan Iran. Pendahulunya, Hugo Chavez, memutus hubungan diplomatik dengan Israel pada 2009.
Sejak masa Chavez, Iran menjadi salah satu sekutu strategis Venezuela. Kedua negara kaya minyak itu terus menjalin kerja sama ekonomi dan militer yang erat.
Venezuela dan Iran, bersama Rusia, diketahui memanfaatkan armada bayangan gabungan untuk mengekspor minyak, menghindari sanksi Amerika Serikat dan internasional.
Selain itu, kedua negara melakukan perdagangan minyak dan produk terkait. Iran memasok minyak olahan ke Venezuela serta membantu pembangunan infrastruktur penyulingan di sana.
Salah satu faktor yang memperkuat posisi Hizbullah di Venezuela ialah komunitas Libanon yang besar di negara itu. Imigrasi Libanon ke Venezuela dimulai akhir abad ke-19 dan meningkat pesat setelah perang saudara Libanon pada pertengahan 1970-an.
Menurut artikel yang diterbitkan Atlantic Council pada 2020, selama bertahun-tahun, organisasi tersebut terlibat dalam perdagangan narkoba dan pencucian uang, memindahkan dana antara Venezuela, Libanon, dan Suriah.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Peneliti senior di Program Iran dan Poros Syiah Institut Studi Keamanan Nasional Tel Aviv, Danny Citrinowicz, menyebut bahwa Hizbullah kemungkinan menggunakan Venezuela untuk menyediakan paspor bagi anggotanya, memungkinkan mobilitas bebas di Amerika Selatan, dan menjalin hubungan dengan kartel narkoba demi mendanai operasinya.
Citrinowicz menambahkan bahwa Iran menggunakan Venezuela sebagai basis sel-sel teroris, termasuk yang terlibat dalam rencana pembunuhan duta besar Israel untuk Meksiko, Einat Kranz Neiger, yang berhasil digagalkan pada awal November.
