Tekanan Mata Uang Makin Dalam
Ketidakpastian global mendorong investor mengalihkan dana ke aset aman, terutama emas. Peralihan ini tidak hanya mengerek harga emas dunia, tetapi juga mempersempit ruang penguatan bagi rupiah dalam jangka pendek.
Arus modal keluar dari pasar obligasi dan saham berpotensi terus berlanjut jika konflik geopolitik tidak segera mereda. Kondisi tersebut membuat rupiah rentan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Ibrahim Assuaibi menilai, selama sentimen geopolitik global masih mendominasi pasar, harga logam mulia akan tetap berada dalam tren naik. Sementara itu, rupiah akan sangat bergantung pada stabilitas global dan respons kebijakan ekonomi untuk meredam tekanan lanjutan.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
“Nah, ini yang membuat ketegangan tersendiri. Sehingga membuat harga emas dunia melonjak kemudian rupiah pun kemungkinan besar melemah dan ini akan berdampak terhadap naiknya harga logam mulia programnya,” katanya.
