Zohran Mamdani Menentang Serangan Amerika Serikat di Venezuela dan Penangkapan Nicolas Maduro

Wali Kota New York Zohran Mamdani (Tangkapan layar CBS)
Wali Kota New York Zohran Mamdani (Tangkapan layar CBS)
0 Komentar

ZOHRAN Mamdani, Wali Kota New York City, menghubungi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu untuk secara pribadi menyatakan keberatannya terhadap serangan yang dilakukan Amerika Serikat di Venezuela dan penangkapan pemimpinnya, Nicolas Maduro.

“Saya menghubungi presiden dan berbicara langsung dengannya untuk menyampaikan penolakan saya terhadap tindakan ini,” kata Mamdani dalam konferensi pers yang tidak terkait pada Sabtu, seperti dikutip dari The New York Times, Minggu 4 Januari 2026.

Mamdani menambahkan bahwa ia mengatakan kepada Trump bahwa ia “menentang upaya perubahan rezim, pelanggaran hukum federal dan internasional.”

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Wali kota menolak untuk menjelaskan tanggapan presiden ketika didesak oleh wartawan. Para ajudannya mengatakan bahwa Mamdani telah memulai panggilan tersebut pada Sabtu siang dan bahwa panggilan itu “singkat.”

“Saya menyampaikan penolakan saya, saya memperjelasnya dan kami mengakhiri pembicaraan sampai di situ,” kata Mamdani.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang panggilan tersebut.

Pernyataan tersebut dan pernyataan tertulis sebelumnya, adalah kali pertama wali kota, seorang Partai Demokrat berhaluan kiri, berselisih dengan Trump sejak menjabat pada hari Kamis. Namun, hal itu menimbulkan kemungkinan konflik lebih lanjut di hari-hari mendatang setelah Maduro tiba di New York untuk menghadapi dakwaan narkoba dan senjata federal di Manhattan.

Mamdani memiliki perbedaan mendalam dengan presiden, dan menyebutnya sebagai “fasis.” Tetapi setelah kedua pria itu mengadakan pertemuan yang secara tak terduga ramah di Gedung Putih pada bulan November, Mamdani berhati-hati untuk tidak secara langsung memicu kemarahan Trump — termasuk dalam pidato pelantikannya minggu ini.

Pada hari Sabtu, Mamdani berusaha untuk meredakan bagaimana panggilan telepon tersebut dapat memengaruhi hubungan itu. “Presiden dan saya selalu jujur dan lugas satu sama lain tentang hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat,” kata Mamdani.

“Warga New York telah memilih saya untuk jujur dan lugas dan selalu melakukannya dengan pemahaman bahwa tugas saya adalah untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang menyebut kota ini sebagai rumah mereka,” imbuh Trump.

0 Komentar