Trump Minta Perusahaan Minyak Terbesar Amerika Serikat Habiskan Miliaran Dolar untuk Industri Minyak Venezuela

Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pers setelah aksi militer AS di Venezuela, di kediamannya di Mar-a-L
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pers setelah aksi militer AS di Venezuela, di kediamannya di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, 3 Januari 2026. (JIM WATSON/AFP)
0 Komentar

Apa peran Chevron dalam produksi minyak negara itu?

Chevron adalah perusahaan Barat utama yang masih beroperasi di negara itu dan memproduksi sekitar seperempat minyak Venezuela. Pada awal abad ini, ketika perusahaan lain dipaksa keluar, Chevron tetap tinggal, dengan asumsi bahwa kondisi mungkin akan membaik pada akhirnya.

Sekitar setengah dari produksi Chevron diekspor ke Amerika Serikat.

Pada hari Sabtu, Chevron mengatakan pihaknya berupaya memastikan keselamatan karyawan dan operasinya di negara tersebut setelah Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa pergi dalam aksi militer AS.

Raksasa minyak yang berbasis di Houston ini telah melakukan operasi di Venezuela sejak tahun 1923 dan telah mempertahankan lima proyek produksi darat dan lepas pantai di sana.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

“Dengan lebih dari satu abad di Venezuela, kami mendukung transisi damai dan sah yang mendorong stabilitas dan pemulihan ekonomi,” kata Kevin Slagle, juru bicara Chevron.

“Kami siap bekerja secara konstruktif dengan pemerintah AS selama periode ini, memanfaatkan pengalaman dan kehadiran kami untuk memperkuat keamanan energi AS,” tutur Slagle.

Apa artinya kendali AS atas produksi minyak negara tersebut?

Secara teori, jika perusahaan minyak AS diberi kebebasan penuh di Venezuela, mereka dapat membantu secara bertahap memulihkan industri tersebut. “Tetapi ini bukan hal yang mudah,” kata Richard Bronze, kepala geopolitik di Energy Aspects.

Para analis mengatakan peningkatan produksi Venezuela tidak akan murah. Energy Aspects memperkirakan bahwa penambahan setengah juta barel per hari produksi akan menelan biaya USD10 miliar dan memakan waktu sekitar dua tahun.

“Peningkatan besar mungkin membutuhkan puluhan miliar dolar selama beberapa tahun,” pungkas Energy Aspects.

0 Komentar