PENYERANGAN Skala Besar di Venezuela dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ini sangat jelas dalam Strategi Keamanan Nasional 2025 pemerintahan Trump. Amerika Serikat berupaya memaksakan hegemoni di seluruh belahan bumi barat, menghidupkan kembali Doktrin Monroe.
Rencananya adalah agar perusahaan-perusahaan Amerika Serikat mengendalikan semua sumber daya alam strategis di wilayah tersebut. Presiden Donald Trump mengaku serangan ini terkait pada peredaran narkoba yang mempengaruhi warga AS. Trump pada konforensi pers-nya justru menyebutkan ada faktor industri minyak di balik serangan itu.
“Industri minyak Venezuela akan menghasilkan banyak uang dengan dukungan Amerika Serikat,” kata Presiden Trump pada Sabtu waktu AS, yang dikutip dari The New York Times, Minggu 4 Januari 2026.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Amerika Serikat ingin menciptakan rantai pasokan baru di belahan bumi barat yang mengesampingkan Tiongkok, untuk mempersiapkan konflik di masa depan dengan Beijing. Para pejabat di pemerintahan Trump menyadari bahwa lapangan kerja manufaktur sebenarnya tidak akan kembali ke Amerika Serikat, sehingga mereka mengakui dalam Strategi Keamanan Nasional bahwa mereka ingin “memindahkan manufaktur ke Amerika Latin”.
Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat berharap dapat mengeksploitasi pekerja Amerika Latin yang bergaji rendah untuk membuat produk mereka, mengesampingkan Tiongkok. Inilah juga mengapa rantai pasokan baru yang didominasi Amerika Serikat di belahan bumi barat diperlukan: bukan hanya karena kompleks industri militer Amerika Serikat perlu menyingkirkan Tiongkok dari rantai pasokan untuk senjata yang mereka buat untuk mempersiapkan potensi perang di masa depan dengan Tiongkok.
Tetapi juga karena Washington ingin melepaskan diri secara ekonomi dari China, dan berpikir Amerika Latin dapat membantunya melakukan itu. Terlebih lagi, Amerika Serikat berupaya mengendalikan semua infrastruktur strategis di kawasan tersebut. Jadi pemerintahan Trump akan secara terang-terangan mengancam negara-negara Amerika Latin untuk memaksa China menjual investasi apa pun yang dimilikinya dalam proyek infrastruktur.
Trump telah memaksa Panama untuk menekan perusahaan Hong Kong yang memiliki pelabuhan di sekitar Terusan Panama untuk menjualnya kepada raksasa Wall Street, BlackRock. Kemungkinan besar Amerika Serikat juga akan menargetkan Pelabuhan Chancay di Peru, salah satu pelabuhan terpenting di kawasan itu, yang dibangun oleh China.
